Sobat Lama Kunjungi Sultan Banjar

Sobat Lama Kunjungi Sultan Banjar
SIMBOL LAMPUNG – Sultan Banjar Sultan Khairul Saleh berfoto bersama Irjen Pol Dr Drs H Ike Edwin, SIK, SH, MH, MM dengan mengacungkan jari tanda simbol Lampung. (Foto: R Agus/Suarindonesia.com)

Suarindonesia – Sobat lama Sultan Banjar Sultan Khairul Saleh, Irjen Pol Dr Drs H Ike Edwin, SIK, SH, MH, MM, saat kunjungan dinas ke Kalsel menyempatkan diri silaturrahmi ke kediaman sultan di Banjarmasin, Selasa (9/10) malam.

Dalam kapasitasnya selaku Perdana Menteri Kepaksian Pernong di Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak yang berada di Batu Brak Provinsi Lampung, Ike Edwin banyak berbicara soal budaya dan kearifan lokal dengan Sultan Banjar

Ike Edwin juga berbincang tentang peran keraton dan kesultanan dalam rangka membangun karakter bangsa. Pasalnya, saat ini keraton menjadi pusat pengembangan kebudayaan di tengah serbuan nilai-nilai globalisasi.

Dalam pertemuan tersebut baik Ike Edwin maupun Sultan Banjar sepakat bahwa keraton harus   menjadi benteng pelestari dan pengembang niai-nilai luhur serta local wisdom , maka dari itu fungsi keraton harus mampu menjemput zamannya termasuk globalisasi.

Republik  Indonesia tetap  kokoh salah satunya karena semua etnis bangsa memilki pijakan berbangsa yang lahir dari nilai-niai keraton. Dedikasi keraton, kesultanan dan kerajaan nusantara  pada masa kemerdekaan adalah menyokong terbentuknya  Republik ini, bahkan memberikan dana hingga menolak tawaran  Belanda membentuk  Negara/kerajaan boneka.

Hal ini dibuktikan bagaimana Ir Soekarno mengakomodir para Bangswan terpelajar dalam kabinetnya representasi para bangsawan dari semua keraton Nusantara.

Dalam pertemuan itu mereka juga mendiskusikan soal kebangsaan, peran keraton dalam menjaga kebhinekaan.  Adanya forum raja sultan atau Majelis Raja sultan Indonesia, adalah  wujud nyata menegaskan kebhinekaan dalam satu Indonesia.

Representasi raja sultan adalah reprsentasi etnis bangsa, sehingga kedekatan emosi dalam kehidupan berbangsa terasa kuat karena terakomodir dalam wadah yang diamini oleh Negara, sehingga jika ada isu-isu konflik dan kebangsaan di masing-masing wilayah adat raja sultan segera mampu dituntaskan. Apalagi pendekatan keraton saat ini menyesuaikan dengan zamanya yang egaliter, yakni setengah depa kedepan, seranting ke atas.

Silaturrahmi yang berlangsung selama sekitar satu jam dengan suasana penuh akrab dan penuh kekeluargaan, mereka tidak menyinggung soal politik. Walaupun Ike Edwin sehari-harinya menjabat Staf Ahli Sosial Politik Kapolri.

Jenderal berbintang dua ini dalam perjalanan kariernya pernah menjabat Kapolres Tanah Bumbu tahun 2004. Dan saat penobatan Sultan Khairul Saleh sebagai Sultan Banjar, Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak Lampung juga ikut berhadir.(RA)

 257 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: