SISWA Sekolah Rakyat Disiapkan Bisa Bekerja di Luar Negeri

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 19:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (kanan) memberikan keterangan setelah pertemuan tertutup terkait pembahasan perjanjian kerja sama di Kantor Kementerian P2MI di Jakarta, Senin (3/11/2025). (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (kanan) memberikan keterangan setelah pertemuan tertutup terkait pembahasan perjanjian kerja sama di Kantor Kementerian P2MI di Jakarta, Senin (3/11/2025). (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

SuarIndonesia — Kementerian Sosial menyiapkan siswa Sekolah Rakyat agar memiliki kompetensi dan kesiapan kerja, termasuk bagi mereka yang berminat menjadi pekerja migran Indonesia di luar negeri yang terampil dan terlindungi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/11/2025), mengatakan langkah itu melalui kerja sama antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk memperkuat pendidikan vokasi dan pembekalan prakerja siswa.

“Kami ingin memastikan siswa Sekolah Rakyat tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan kerja. Bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri, akan disiapkan pelatihan tambahan, terutama di bidang bahasa dan keterampilan teknis,” kata dia didampingi Menteri P2MI Mukhtarudin.

Ia mengatakan saat ini terdapat 166 titik Sekolah Rakyat beroperasi di berbagai daerah dengan jenjang SD, SMP, hingga SMA atau sederajat. Sebanyak 6.700 siswa kini menempuh pendidikan tingkat SMA, sedangkan angkatan pertama diharapkan lulus pada 2028.

Ia menjelaskan setelah lulus, mereka akan diarahkan sesuai minat dan bakatnya.

“Bagi yang ingin kuliah tentu akan dibimbing sampai ke perguruan tinggi, sementara bagi yang ingin bekerja akan diperkuat dengan pendidikan vokasi,” kata Mukhtarudin, dilansir dari AntaraNews.

Kemensos juga akan bekerja sama dengan P2MI untuk memasukkan modul pembelajaran khusus terkait dengan pekerja migran ke dalam kurikulum Sekolah Rakyat.

Baca Juga :   ENAM Kementerian Bersatu Lawan Kekerasan Anak

Dia mengharapkan edukasi ini membantu siswa memahami peluang dan tantangan bekerja di luar negeri secara aman dan legal.

“Ini penting agar siswa memahami proses dan perlindungan yang tersedia bagi pekerja migran Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan kolaborasi tersebut juga bertujuan memetakan siswa yang memiliki minat bekerja di luar negeri agar dapat diarahkan pada jalur pendidikan dan sertifikasi yang sesuai dengan standar internasional.

“Dengan adanya peta pelatihan dan penempatan dari P2MI, kita bisa menyiapkan siswa sejak dini agar menjadi pekerja yang terampil, kompeten, dan berdaya saing tinggi di dunia internasional,” katanya. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih
FEBRIE ADRIANSYAH Didakwa Peras Saksi Jiwasraya Rp55 Miliar
BIAYA HAJI 2027 Ditetapkan Sebesar Rp98,4 Juta
MK: Gugatan Ijazah Gibran tidak dapat Diterima
KPK: Pejabat Baru Dilantik Presiden Diimbau Laporkan Kekayaan
KALAPAS Cibinong Diberhentikan dari ASN dan 16 Pegawai Disanksi
PRESIDEN Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI dan Lantik Enam Pangdam
POLRI Rotasi 88 Pati Termasuk Kapolda

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:36

FEBRIE ADRIANSYAH Didakwa Peras Saksi Jiwasraya Rp55 Miliar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:54

MK: Gugatan Ijazah Gibran tidak dapat Diterima

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43

KPK: Pejabat Baru Dilantik Presiden Diimbau Laporkan Kekayaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:35

KALAPAS Cibinong Diberhentikan dari ASN dan 16 Pegawai Disanksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:29

PRESIDEN Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI dan Lantik Enam Pangdam

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:56

POLRI Rotasi 88 Pati Termasuk Kapolda

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:38

11 TERSANGKA Terorisme di Enam Provinsi Ditangkap

Berita Terbaru

Gubernur Kalbar Ria Norsan memantau jumlah titik api di Kalbar. (Foto: Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

KETAPANG Dominasi Hotspot Terbanyak

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:42

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca