SIDANG DK: Israel vs Iran Memanas!

- Penulis

Rabu, 30 Oktober 2024 - 00:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan usai Israel menggempur Lebanon dan Iran menyerang Tel Aviv (REUTERS/Stephani Spindel Purchase Licensing Rights)

Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan usai Israel menggempur Lebanon dan Iran menyerang Tel Aviv (REUTERS/Stephani Spindel Purchase Licensing Rights)

SuarIndonesia — Situasi yang memanas antara Israel dan Iran tak hanya terjadi di medan perang. Seteru panas itu berlanjut hingga di sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sidang tersebut membahas serangan Tel Aviv terhadap Teheran pada 26 Oktober lalu. Israel dan Iran saling menuduh satu sama lain telah membahayakan perdamaian Timur Tengah.

Dikutip dari detikNews, sidang darurat Dewan Keamanan PBB digelar pada Senin (28/10/2024) atas permintaan Iran, setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap target-target militer untuk membalas serangan rudal Teheran pada 1 Oktober lalu.

Iran menyebut serangan Israel itu memicu kerusakan terbatas di beberapa lokasi, juga menewaskan lima orang, yang terdiri atas empat tentara dan satu warga sipil.

Iran:  Israel Ganggu Stabilitas Kawasan
Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB itu yang digelar di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat (AS), seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Selasa (29/10/2024), Tel Aviv maupun Teheran saling menegaskan hak mereka untuk membela diri.

“Agresi Israel terhadap Iran sudah jelas dan tidak terjadi secara terpisah, Serangan agresif ini adalah bagian dari pola agresi yang lebih luas dan berkelanjutan serta bentuk impunitas yang tidak terkendali sehingga Israel terus mengganggu stabilitas seluruh kawasan,” cetus Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani.

Dia menambahkan bahwa “pelanggaran hukum internasional yang terjadi secara terus-menerus dan secara sistematis” yang dilakukan Israel dan keterlibatan militer di wilayah Palestina, Lebanon, Suriah dan Yaman seharusnya memicu “kecaman tegas” dari Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga :   RACE MotoGP Inggris 2026: Fernandez Juara Ungguli Martin dan Bezzecchi

Iravani melontarkan kembali ancaman Iran untuk membalas serangan terbaru Israel pada 26 Oktober lalu, namun dia juga mengatakan bahwa Teheran lebih memilih diplomasi.

Israel Minta Iran Disanksi
Dalam forum yang sama, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menegaskan negaranya telah mempertahankan diri setelah serangan rudal Iran pada 1 Oktober lalu, yang melibatkan 200 rudal meskipun sebagian besar diklaim berhasil dicegat oleh pertahanan udara Tel Aviv.

“Kami berjanji bahwa tindakan mereka tidak akan dibiarkan begitu saja,” ucap Danon, merujuk pada Iran, musuh bebuyutan Israel.

“Iran telah menyebarkan kekerasan, kekacauan, dan kehancuran di seluruh Timur Tengah. Namun kekerasan ini tidak hanya terjadi di perbatasan Israel. Ini mengancam stabilitas regional, keamanan global, dan stabilitas ekonomi,” ujarnya.

“Hari ini adalah kami. Israel berada di persimpangan jalan mereka. Tetapi besok, bisa jadi negara mana saja yang memiliki perwakilan di sini. Jangan salah,” cetus Danon dalam argumennya di hadapan 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB.

Dia menyerukan sanksi keras terhadap Iran, terutama untuk mencegah negara itu mengembangkan senjata nuklir. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:53

SEIMBANGKAN Bisnis dan ESG, CK Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan di 17 Desa Sungai Loban

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:53

DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:12

MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:02

AKSI MEMANAS, Pagar Rumah Banjar Roboh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:44

KARHUTLA Dua Titik Lokasi Rawan di Banjarbaru, Kapolda Kalsel Langsung Turun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:31

KAWANAN BEKANTAN Keluar dari Habitatnya Menuju Area Dekat Jalan Raya A Yani Km 17 Gambut

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:16

1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:03

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jiexpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara/Fauzan)

Nasional

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:19

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan pidato dalam acara

Nasional

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:04

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca