SEORANG TAHANAN Kasus Narkoba “Melepas Nyawa”, Begini Hasil Pemeriksaan Medis

SuarIndonesia – Subhan (31), salah satu tersangka tahanan Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin, melepas nyawa (meninggal dunia).

Subhan tercatat Jalan Pekapuran B Banjarmasin dinyatakan meninggal dunia yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin,Sabtu (11/6/2022).

Dimana, sebelumnya beredar berita terkait seorang tahanan Polresta Banjarmasin yang diduga pihak keluarga meninggal akibat dianiaya.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana A Martosumito bahwa pihaknya membantah keras tudingan tersebut.

“Tahanan tersebut meninggal bukan karena dianiaya, melainkan karena serangan jantung,” jelas Sabana, Minggu (12/6/2022).

Diungkapkan , ini mengacu pada pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter di Rumah Sakit Bhayangkara pada saat itu.

“Dari hasil pemeriksaan labolatorium, hasil EKG detak jantung lemah dan foto rontgen menunjukan pembengkakan pada jantung serta paru disimpulkan bahwa almarhum meninggal akibat serangan jantung. Semua dokumen rekam mediknya kita ada,” ujarnya

Subhan ditahanĀ  berawal ketika diamankan di kawasan Kelurahan Pekapuran Laut Kecamatan Banjarmasin Tengah, Jumat (3/6/2022) malam.

Tersangka diamankan bersama barang bukti 2 paket sabu-sabu yang diakui pemiliknya warga Gang Hasanuddin Rt. 18 Kelurahan Pekapuran Laut Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Kemudian dibawa ke Mapolresta Banjarmasin untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sepekan ditahan di Rutan Mapolresta Banjarmasin, Jumat (10/2/2022) sekitar pukul 02.00 WITA, tersangka mengeluhkan sesak nafas.

Oleh petugas jaga pun lantas membawa tersangka ke RS Bhayangkara untuk mendapat pertolongan.

Setelah satu jam lebih menjalani pemeriksaan dan diberikan obat sesak nafas kondisi tersangka kemudian berangsur stabil dan diperbolehkan untuk rawat jalan.

Pihak kepolisian membawanya kembali tahanan Mapolresta Banjarmasin. NamunĀ  tersangka kembali mengeluhkan sesak nafas.

Petugas kembali membawanya ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan.

“Disitu petugas mendapatkan informasi dan dokter jaga bahwa kondisi almarhum menurun drastis dan tak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia diduga akibat serangan jantung,” ujarnya Kapolresta.

Atas kejadian tersebut Kapolresta mengucapkan belasungkawa yang mendalam. Ia atas nama seluruh anggota dan staf mengucapkan permintaan secara langsung kepada pihak keluarga.

“Karena status tersangka saat meninggal adalah tahanan Mapolresta Banjarmasin,” ucap kapolresta.

Kapolresta mengaku pihaknya sudah berusaha maksimal untuk menyelamatkan tersangka. Namun apa daya ujarnya, takdir berkehendak lain.

Sebagai bentuk kepedulian, Kapolresta turut mengantarkan hingga ke pemakaman dan mengatakan akan membantu seluruh biaya pemulasaraan jenazah hingga biaya 100 hari selamatan.

“Kita nantinya juga akan bertemu dengan pihak keluarga almarhum untuk memberikan tali asih,” katanya.(YI)

 516 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!