SEKTOR WISATA Ingin Dibuka Ibnu, Karena Bisa Tambah Imun Tubuh

SEKTOR WISATA Ingin Dibuka Ibnu, Karena Bisa Tambah Imun Tubuh

SuarIndonesia – Pembukaan sektor pariwisata mulai menemui titik terang. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mulai ada keinginan merencanakan membuka kembali objek wisata di Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyebut bahwa keberadaan pariwisata bisa menambah imun di tubuh.

Pasalnya, menurut Ibnu, ada banyak hal yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh manusia tersebut. Bisa melalui gizi makanan yang dikonsumsi, hingga melalui suasana hati yang senang.

“Sekarang, beraktivitas di luar ruangan penting dilakukan,” imbuhnya saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.

Orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai ini juga menilai, salah satu upaya mewujudkan hal itu, yakni dengan menggeliatkan kembali sektor pariwisata, hingga mampu menunjang sektor ekonomi.

 

Siring Piere Tendean Kota Banjarmasin (2)

 

Di sisi lain. Pria dengan sapaan Ibnu itu mengungkapkan bahwa hal itu merupakan respon pihaknya atas instruksi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), Sandiaga Uno yang didapatkannya saat mengikuti rapat virtual bersama belum lama tadi.

Yang pada saat itu diketahui hasilnya bahwa pentingnya menghidupkan kembali sektor pariwisata. Namun, tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Sehingga kita memang ada rencana membuka kembali Menara Pandang serta 10 destinasi wisata yang sebelumnya kita resmikan,” imbuhnya.

Lantas, kapan hal itu bisa dimulai? Terlebih bila melihat kondisi akhir-akhir ini, khususnya di tiap akhir pekan, tempat wisata mulai tampak dipadati pengunjung.

Terkait hal itu, Ibnu tidak memberikan jawaban yang gamblang. Ia hanya mengatakan, sesuai dengan pesan dan arahan pak Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA.

“Gas rem saja. Kalau Covid-19 melandai, boleh digas saja sektor ekonominya. Sebaliknya, bila angka mulai naik, tarik kembali rem darurat,” ungkapnya.

Ia pun lantas mengatakan, hal itu dilakukan agar jangan sampai ada lagi anggapan bahwa masyarakat mungkin tidak mati lantaran Covid-19. Tapi masyarakat justru mati lantaran tidak bisa makan alias geliat ekonomi yang tak lagi berjalan lantaran pandemi. (SU)

 287 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: