SEKTOR Penerimaan PKB di Kalsel Sudah Rp 519 Miliar

SEKTOR Penerimaan PKB di Kalsel Sudah Rp 519 Miliar

Suarindonesia – Sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih menjadi andalah Pemprob Kalsel untuk menambah pundi-pundi pendapatan, oleh karena itu sektor ini terus digenjot.

Berdasarkan data Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, realisasi PKB hingga triwulan III tahun 2019 sudah Rp519.639.843.532 dari Rp721.352.000.000 atau 72,04 persen.

Kabid Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Kalsel, H Rustamaji, menerangkan pertumbuhan di UPPD Samsat Banjarmasin I paling tendah di antara 13 Samsat lainnya.

Pertumbuhan UPPD Samsat Banjarmasin I hanya 6,84 persen. Berbeda dengan UPPD Samsat Marabahan, pertumbuhannya sangat tinggi, mencapai 16,40 persen.

Rustamaji menyebut, rendahnya pertumbuhan di UPPD Samsat I yang hanya 6,84 persen lantaran di wilayah tersebut memang daya beli wajib pajak rendah.

Berbeda dengan UPPD Samsat Banjarmasin II yang menjangkau wilayah Banjarmasin Utara, Barat, dan Tengah. Tiga kawasan ini selain berada di tengah kota, juga ekonomi masyarakatnya menengah ke atas.

Sementara, tingginya pertumbuhan di UPPD Samsat Marabahan terang pria yang akrab disapa Utam itu lantaran terjadinya perpindahan atau bergesernya tempat tinggal wajib pajak dari kota ke pinggiran.

Seperti ke kawasan Handil Bakti Barito Kuala. “Ini salah satu faktornya. Kawasan baru meningkatkan pertumbuhan yang berdampak konsumsi masyarakat terhadap kendaraan bermotor di kawasan tersebut,” sebutnya.

Tak hanya mengejar target pajak kendaraan bermotor. Pemprov juga mengejar penerimaan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

Tahun ini target BBNKB jumlahnya sebesar Rp559.701.000.000. Sementara, baru terealisasi sebesar 72,30 persen atau Rp404.689.816.975.

“Untuk realisasi BBNKB, UPPD Samsat Rantau pertumbuhannya terendah, hanya 1,48 persen,” ungkap Utam.

Dari target yang ditetapkan sebesar Rp26.079.500.000, mereka baru merealisasikan 65,32 persen atau sebesar Rp17.035.517.700.

Berbeda dengan UPPD Samsat Barabai hingga triwulan III ini, pertumbuhan mereka cukup pesat, yakni mencapai 23,02 persen.

“UPPD Samsat Barabai pertumbuhannya tertinggi. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp15.054.000.000 sudah terealisasi 82,25 persen atau sebesar Rp12.382.458.800,”  terangnya.

Waktu yang tersisa dua bulan lebih ini, pihaknya meminta kepada semua UPPD Samsat di 13 kabupaten dan kota agar melakukan jemput bola dan berupaya keras untuk merealisasikan target yang ditetapkan.

“Harus kerja keras dan jemput bola dengan memaksimalkan lagi samsat keliling,” tandasnya.(RW)

 498 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!