SEJUMLAH PROYEK Disorot dan Minta Aparat Menelisik

SEJUMLAH PROYEK Disorot dan Minta Aparat Menelisik

SuarIndonesia – Sejumlah proyek disorot dan minta aparat penegak hukum baik Kejati, Kepolisian menelisik.

Itu disampaikan massa tergabung dalam organisasi Forum Pembela Bangsa dan Negara (Forpeban) Kalsel dikomando Din Jaya.

Massa melakukan orasi berupa penyampaian aspirasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) Kamis (20/5/2021).

Mereka meminta pihak kejaksaan untuk melakukan penelisikan atas dugaan tindak pidana korupsi pada beberapa proyek yakni proyek preservasi Jalan H  Hasan Basry Banjarmasin Kementerian PUPR Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Kalimantan Selatan, yang diduga bermasalah.

Proyek dikerjakan PT Kanca Mulia Jaya selaku Kontraktor Pelaksana dengan kontrak senilai Rp8,4 Miliar.

Berdasarkan penelusuran, diduga pekerjaan berkualitas rendah atau tidak sesuai spek, pada pekerjaan keramik untuk trotoar jalan terdapat beberapa keramik yang retak (pecah-pecah) padahal pekerjaan belum diserah terimakan, diduga akibat dari pemasangan keramik yang asal-asalan tidak memenuhi ketentuan teknik pekerjaan.

Begitu juga pada pekerjaan cor-coran diduga mutu beton tidak memenuhi standart sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Selain itu dilaporkan dugaan persekongkolan lelang pada tender pembangunan Mesjid di Kawasan Islamic Center Tahap II (Tender Ulang) Dinas PUPR Kabupaten Hulu Sungai Selatan TA. 2021.

Tender dimenangkan PT Daman Variakarya. Dari hasil evaluasi, terdapat kemiripan dari 5 (lima) penyedia yang dinyatakan gugur/tidak lolos.

Diduga panitia lelang sengaja menetapkan persyaratan yang diskriminatif/tidak objektif untuk menghindar persaingan.

Sementara dari pihak Kejati diwakili Asisten Intel bidang Kasi C Syahrul SH MH dan Kasi Penkum, Mahfujat ketika menerima massa mengatakan, setiap laporan yang masuk dari masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan, tentang adanya pelanggaran hukum selalu ditindaklanjuti.

Seperti contoh katanya, ada kasus dugaan korupsi di Tanah Bumbu yang telah disampaikan pihak LSM, sudah ditindaklanjuti pihak Kejari Tanah Bumbu.

Demikian pula dengan kasus di Banjarbaru juga sudah ditindaklanjuti pihak Kejari Banjarbaru, namun belum dipublikasikan.

Setiap temuan tersebut tidak semuanya dipublikasikan, karena pihak penyidik harus mengumpulkan data dan keterangan dari berbagai pihak, baru bisa menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Menurut Syahrul, pihaknya di bidang inteligen bekerja profesional dan proporsional, setiap ada aduan masyarakat baik itu melalui unjukrasa penyampaian aspirasi selalu saja ditindaklanjuti.

Sebab, sesuai Perpres Tahun 2018, bahwa yang pihaknya selalu menindaklanjuti laporan yang masuk..

Ia menyampaikan terimakasih dengan aspirasi masyakarat yang telah memberikan dukungan dan ikut berperan dalam memonitor pembangunan yang ada di Kalsel.

“Saya mengajak dan mengundang masyarakat untuk duduk bersama untuk memerangi para pelaku tindak pidana korupsi,” pungkas Syahrul.

Hal sama juga dilakukan pihak Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dit Reskrimsus Polda Kalsel, yang menemui massa ketika itu, yakni Kasubdit, AKBP Amin R, dan ia juga menerima surat laporan soal proyek tersebut. (ZI)

 564 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: