Sebelum Dibunuh, Levie Serahkan Uang Rp 300 Ribu

Sebelum Dibunuh, Levie Serahkan Uang Rp 300 Ribu

Suarindonesia – Dari kronologis kejadian atas peristiwa pembunuhan terhadap Levie Prisilia (35) ini, kalau sebelum kejadian, korban sempat serahkan uang Rp300 ribu untuk beli kain sebagai persyaratan ritual agar disayang suami.

Alasannya, mengulang ritual karena janji pelaku sebelumnya itu belum berhasil.

Dari awal pertamuan di tempat tinggal korban, kemudian dilanjut di pingggir jalan A Yani Km 11,8 Gambut inilah tragedi mengerikan dilakoni pelaku Herman (25), yang diketahui residivis kasus pencurian dan penganiayaan dan baru keluar menjalani hukuman.

Pelaku ditangkap di rumahnya di rumahnya, Jalan Martapura Lama, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Sabtu Dinihari, (24/11), sekitar pukul 00.00 WITA, dan sempat berusaha kabur hingga ditembak pada kakinya.

Untuk jasad korban ditemukan Jumat (23/11) pagi di dalam mobil miliknya.

Sedangkan kejadian di dalam mobil tersebut, sekitar pukul 03.30 WITA, ketika keduanya bertemu lagi di luar tempat tinggal, dan menuju TKP, pelaku sebelumnya pakai  motor miliknya.

“Iya semua awalnya tentang ritual itu yang diminta korban,’’ kata Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete, kepada wartawan.

Saat berbincang dalam mobil, rupanya korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung, sehingga pelaku marah dan menusuknya pakai gunting dan menjerat leher korban.

Atas semua itu kata AKBP Takdir Mattanete, pelaku Herman dikenakan pasal 338 Jo 365 KUHP tentang pembunuhan dan pencurian dengan kekerasaan ancaman hukuman 9- hingga 15.

“Tapi bisa pula ancaman hukumannya seumur hidup,’’ tambah Takdir. (ZI)

 252 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: