Saputan Asap Ganggu Aktivitas Warga dan Penerbangan

Saputan Asap Ganggu Aktivitas Warga dan Penerbangan
Alat indeks standar pencemar udara (ISPU) masih menunjukkan udara Kota Banjarmasin sehat. (Foto: Robby/Suarindonesia.com)

Suarindonesia – Meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan saputan kabut asap di sebagian wilayah provinsi Kalimantan Selatan dalam dua bulan terakhir mulai menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di lapisan masyarakat.

Selain mengganggu kesehatan, warga juga dipaksa ekstra hati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, dikarenakan jarak pandang yang sangat terbatas oleh kabut asap.

Hal tersebut yang disampaikan salah seorang warga Kecamatan Lianganggang, Hendra yang kesehariannya beraktivitas di jalan protokol. Menurutnya, dampak asap akibat kebakaran lahan tersebut sudah berlangsung cukup lama sekitar beberapa bulan terakhir.

“Namun sekarang efeknya lebih terasa, pandangan mata juga terbatas sekitar 10 meter sekarang,” kata Hendra yang kesehariannya mengantar keponakannya bersekolah itu kepada Suarindonesia, Senin (17/9/2018) pagi.

Masih kata Hendra, Parahnya lagi durasi kabut asap berlangsung cukup lama mulai dari pukul 07.00-09.00 wita, di mana pada jam tersebut warga mulai beraktivias di pagi hari.

“Kalau gangguan pernafasan seperti ispa di kampung saya sih belum ada, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada kalau kabut asap seperti belangsung terus,” keluh pria yang juga aktif di Landu Rescue itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel l, Muslim menyatakan, pihaknya sudah sejak dini menyiapkan tim lapangan untuk mencegah dampak kesehatan, di antaranya dengan membagikan masker.

Dalam pantauan Suarindonesia.com di sekitar wilayah Banjarmasin, terlihat kabut asap menyelimuti kota Banjarmasin di waktu pagi.

Sedangkan jadwal penerbangan sejumlah maskapai di Bandara Syamsudin Noor juga terganggu kabut asap, terutama penerbangan pagi hari. Seorang penumpang, Saiful, mengaku, sempat tertunda penerbangannya atau delay sekitar 60 menit karena pesawatnya tidak bisa terbang menunggu jarak pandang di atas minumum yang diperkenankan.

Sementara itu, Wahyu Hardy Cahyono Kepala Bidang Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, mengatakan, kabut asap yang terasa dalam dua hari belakangan ini dinilai masih dalam batas normal.

Walaupun dari pantauan AQMS (Air Quality Monitoring System) kualitas kada udara sempat mengalami peningkatan, namun menurutnya kadar peningkatan tersebut masih jauh dari standa baku mutu yang di tetapkan.

“Memang benar bau dan kasat mata kita sudah terasa sekali kabut asap, namun dari data kita kadar kualitas udara masih baik-baik saja dan jauh dari standar baku mutu yang di tetapkan,” pungkasnya. (BY)

 207 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: