SANKSI TEGAS Menanti Warung Sakadup Jika Nekat Beroperasi

SANKSI TEGAS Menanti Warung Sakadup Jika Nekat Beroperasi

SuarIndonesia – Sanksi tegas bakal menanti pengelola atau pemilik warung makan yang nekat beroperasi di siang hari saat puasa Ramadhan di Kota Banjarmasin.

Penjabat (Pj) Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Mukhyar menegaskan bahwa hal tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2005 l, perubahan atas Perda Nomor 13 tahun 2003.

Peraturan tersebut berisi tentang segala larangan kegiatan pada Bulan Ramadhan di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Kan ada sudah ada edaran yang dikeluarkan bahwa tidak boleh ada yang buka atau beroperasi di siang hari selama Bulan Ramadhan, kecuali ada hal-hal tertentu yang bisa mengecualikannya,” tegasnya saat ditemui awak media di lobby gedung Balai Kota Banjarmasin, Kamis (15/04/2021) sore.

Ia menjelaskan, larangan tersebut dimaksudkan agar terciptanya kekhusyukan dalam melaksanakan ibadah puasa bagi umat muslim.

Lantas apakah ada tindakan bagi pengelola tempat makan yang sering disebut warga dengan nama ‘Warung Sakadup‘ itu terbukti melanggar?

“Kalau ada yang membandel maka akan ditindak oleh Satpol-PP. Ada sanksi yang dikenakan kepada mereka yang melanggar,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sanksi yang dikenakan jika melanggar Perda Larangan Kegiatan Selama Ramadhan tersebut bakal dikenakan ancaman pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp50 Juta.

Kendati demikian, hingga saat ini, Mukhyar mengaku masih belum menerima laporan dari Satpol-PP adanya warung makan yang nekat beroperasi atau membuka layanannya dengan sengaja di luar pengecualian.

“Sementara sampai ini belum ada laporan. Ya kita harap semua semua taat dengan peraturan yang sudah ditetapkan,” pungkasnya.

Bahkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin sebelumnya menambahkan kebijakan tersebut sudah dicantumkan dalam surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin di awal Ramadhan kemarin.

“Rumah makan dibatasi, jam bukanya hanya mulai sore sampai malam. Dan saat sahur,” tukasnya.

Muzaiyin menjelaskan, larangan tersebut bermaksud agar masyarakat, khususnya umat muslim di Banjarmasin bisa konsentrasi menjalankan ibadah puasa.

“Untuk makan minum memang dibatasi. Jangan berada di depan orang banyak atau di tempat terbuka,” pintanya.

Jika ketahuan ‘nakal’, rumah makan yang buka saat siang hari selama Ramadhan dipastikan akan ditertibkan. Bahkan, bisa terancak sanksi tindak pidana ringan (Tipiring).

Sebab, dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin soal bulan Ramadhan juga sudah mengatur mengenai hal ini

“Ada dua hal nantinya. Bisa Tipiring atau penertiban, sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya. (SU)

 209 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: