SAKSI Perkara Mantan Wabup Batola, Mengaku Baru Tahu Kalau Ruko Disewa Milik Pemkab

Bagikan :
SAKSI Perkara Mantan Wabup Batola, Mengaku Baru Tahu Kalau Ruko Disewa Milik Pemkab

SuarIndonesaia – Tiga saksi yang diajukan JPU pada sidang lanjutan dengan terdakwa mantan Wakil Bupati Barito Kuala Makmun Kaderi, mengakui pada awalnya tidak mengetahui bahwa kepemilikan ruko yang disewanya itu ada milik Pemkab Barito Kuala.

Ketiga saksi tersebut sebagai penyewa adalah Anggan, Eko Purwanto dan Ayunin, yang menyebutkan kalau untuk membayar sewa tersebut mereka langsung kepada terdakwa.

Setelah perkara ini muncul barulah ketiga mendapatkan surat ijin menempati (SIM) dari Pemkab Batola melalui dinas terkait, ternyata menurut pengakuan mereka sewa yang harus dibayar hanya Rp 900.000/bulan serta membayar retribusi Rp 1000/hari,

Sementara sewa yang saksikan bayar bervariasi untuk Anggan setahun Rp 28.000.000,- Ayunin setahun Rp24.000.000 dan Eko setahun Rp 17.000.000.

Ketiga saksi menyebtukan kalau membayar sewa ruko tersebut mereka langsung kepada terdakwa.

Keterangan saksi ini disampaikan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Senin (22/11/2021), dengan majelis hakim yang dipimpin hakim Yusriansyah.

Masih menurut saksi, saat dipenyidikan dia diberi tahu kalau ruko adalah milik Pemkab Batola dengan sewa perbulan sebesar Rp900 ribu dan retribusi Rp1.000 perhari.

Anggan juga mengatakan dia tidak tahu kalau ruko adalah milik Pemkab.

Sebab saat pertama kali melakukan sewa menyewa, terdakwa mengaku ruko adalah milik terdakwa.

“Memang saya tahu ruko itu dibangun Pemkab Batola. Namun saat terdakwa mengaku ruko itu miliknya, ya saya percaya saja, apalagi waktu itu terdakwa menjabat sebagai wakil bupati,” papar saksi.

Anggan mengaku menyewa ruko di no 5 dengan biaya Rp 28 juta setahun selama 4 tahun.

Saksi lainnya Eko Purwanto juga mengaku hal yang sama. Tidak tahu kalau ruko No 6 yang dia tempati adalah milik Pemkab Batola. “Saya menyewa Rp17 juta pertahun kepada terdakwa,” ujarnya.
Sementara Ayunin mengaku menyewa pada terdakwa sebesar

Rp 24 juta pertahun. Ayunin juga mengaku tidak pernah diperlihatkan bukti kepemilikan ruko.

Kendati baru mengetahui ruko yang mereka sewa milik Pemkab Batola dan kini bermasalah dimeja hijau, namun ketiga saksi mengaku tidak ada masalah selama menempati ruko tersebut.

Dalam perkara ini, Jaksa mendakwa H Makmun Kaderi telah merugikan negara karena menguasai aset milik Pemerintah Kabupaten Batola sebesar Rp 175.500.000.

Terdakwa disebut melakukan sewa tebus ruko milik Pemkab di Tahun 2009 namun justru menyewakan kembali aset tersebut ke pihak lain dan mengambil keuntungan dari praktik curang tersebut.(HD)

 93 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!