REAKSI Pendemo Massa KSPSI dan KSBSI, Kecam Penyerangan Pejabat Negara dan Dukung TNI-Polri Amankan Pelantikan Presiden

REAKSI Pendemo Massa KSPSI dan KSBSI, Kecam Penyerangan Pejabat Negara dan Dukung TNI-Polri Amankan Pelantikan Presiden

SuarIndonesia – Tak disangka, usai aksi massa penolakan Revisi Undang-Undang (RUU) 13/2003 Tentang Ketenagakerjaan, ada reaksi dari pendemo di Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (16/10).

Ketika itu para buruh sampaikan aspirasi, yang  bekerja kurang dari lima tahun tak bisa menikmati uang pesangon dari perusahaan, yang harusnya dapat.

Selain itu, dia menolak keras jika iuran BPJS ikut dinaikkan hingga 100 persen.

Jika gaji UMP, terus ditambah anak dua misalnya. Kita bisa dibebani BPJS sampai Rp600 ribuan.

Sisi lain suara dari KSPSI Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), yang dukung TNI-Polri amankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Termasuk mengecam soal insiden penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopulhukam) Wiranto.

“Kami dari KSPSI dan KSBSI Kalsel juga mendukung Polri dan TNI untuk tetap konsisten menjaga keamanan,” teriak massa.

Bahkan semua dnegan bukti deklarasi dukungan tersebut disampaikan dalam orasi disaksikan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, para pejabat utama Polda Kalsel dan Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sumarto.

“Kita berharap kasus penusukan dan tindakan brutal itu segera diusut tuntas.

Jika ada dalangnya tangkap, karena sudah menyerang pejabat negara,” kata Ketua DPD KSPSI Kalsel H Sadin Sasau dan Ketua DPW KSBSI Kalsel Misdi.

Menurutnya, selain mendukung apa yang telah dilakukan Polri dan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban, para buruh dan pekerja se Kalsel juga sepakat untuk bersama-sama mengamankan.

“KSPSI dan KSBSI Kalsel juga tetap bekerja sama dengan pihak keamanan,” tandasnya lagi.

Polda Kalsel bersama Korem 101/Antasari dibantu seluruh elemen masyarakat untuk tetap konsisten menjaga keamanan dan perdamaian.

Terlebih dengan maraknya isu propaganda menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih 2019.

“Karena kita ada untuk menjaga NKRI dan Pancasila,” Sadin Sasau.

Sementara, Irjen Pol Yazid Fanani menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dari KSPSI dan KSBSI Kalsel pada Polri.

Dukungan ini, kata Kapolda, akan dilaporkan ke jajaran Polri yang ada di atas.

“Kita juga berharap kejadian ini (penusukan pejabat tinggi, red) tidak terulang.

Semoga kedepan kita dapat bekerja sama dalam berbagai kegiatan,” ujar kapolda.

Sisi lain juga menghimbau, jika menemukan halyang mungkin menyimpang dari kaidah Pancasila mohon berkoordinasi dengan Polri.

Dalam hal ini Polda Kalsel dan Polres Jajaran. Sehingga, polisi bisa menjamin wilayah Kalsel menjadi wilayah yang aman.

“Semoga agenda konstitusi nasional dalam Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI dapat berjalan aman dan lancar,” ucap kapolda. (ZI)

 341 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!