PUTUSAN Gubernur Definitif, 26 Gabungan LSM Kalsel Yakini MK Beri Terbaik untuk Banua

PUTUSAN Gubernur Definitif, 26 Gabungan LSM Kalsel Yakini MK Beri Terbaik untuk Banua

SuarIndonesia – Putusan gubernur yang definitif, dan 26 gabungan LSM di Forum Koordinasi Gabungan Lintas Ormas Kalsel, meyakini MK (Mahkamah Konstitusi) beri yang terbaik untuk Banua.

Semua dengan harapan bisa percepat kinerja pemerintahan dan tak menghambat roda kebijakan, pembangunan yang telah lama terhenti karena adanya gugatan kembali di MK.

“Gugatan yang kembali dilakukan pasangan H2D (calon Gubernur dan Wakil Gubernur) Haji Deny Indrayana dan Haji Difriadi, ini, tentunya menghambat laju roda pemerintahan dan pembangunan dalam segala bidang,” kata Koordinator Forum, Abdurrahman didampingi Ketua Dewan Pembina, HM Hasan, kepada wartawan, disela syukuran sekaligus doa bersama,diisi tausiah oleh KH M Ilyas di Jalan Mahligai Gang Agus Salim, Kamis (15/7/2021).

Syukuran serta doa bersama atas Kalsel yang kondisi aman, kondusiF serta terkendali.

“Kita berdoa mudahan secepatnya putusan MK atas Gubernur difinitif,” tambah Abdurrahman, yang juga Ketua LSM Gerakan Rakyat Asli Kalimantan.

“Karena dengan adanya gugatan yang kembali dilakukan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur H. Deny Indrayana dan H. Difriadi (H2D) ini, tentunya menghambat laju roda pemerintahan dan pembangunan di segala bidang,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar MK bisa lebih signifikan dan akurat memihak kepada kepentingan masyarakat.

Sementara HM Hasan juga berharap susana yang damai tetap terjaga.

“Meyakini dengan adanya gugatan hasil Pemungutan Suara Ulang, MK bisa lebih profesional dan proporsional.

Karena aturan dan undang-undanglah yang akan dilaksanakan MK.

Dari itu, putusan MK adalah putusan yang terbaik, tentunya dengan mempertimbangkan masyarakat Kalsel, dan kami yakin gugatan itu akan ditolak MK,” ucapnya.

Sedangkan KH M Ilyas sampaikan atas nama masyarakat, terutama para alim ulama, pihaknya selalu mendukung penuh kegiatan semacam ini, yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kalsel.

Karena terjalinnya hubungan antara Ormas dengan ulama bisa membuat suasana menjadi damai dan kondusif.

“Harapan kita semua, di Kalsel ini terbebas dari penyakit Corona, apalagi masyarakat kita terkenal dengan masyarakat religi, sehingga doa menjadi senjata bagi orang-orang beriman,” tambahnya.

Diketahui, sistem pemerintahan yang sudah terorganisir, memang meski tak ada gubernur definitif, pelayanan publik tentu tetap berjalan.

Namun jadi persoalan hanya kebijakan strategis tak bisa dilakukan tanpa adanya gubernur definitif.

Meski kini ada Penjabat Gubernur, tetapi dia memiliki amanah lain dengan jabatannya di Kemendagri.

Tentu fokusnya terbagi-bagi. Dan beda dengan gubernur definitif, memiliki kewenangan dengan skala besar.

Ada anggaran tertentu gubernur definitif yang memiliki kewenangan.

Salah satu yang paling penting, tanpa adanya gubernur definitif adalah belum bisa disahkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). (ZI)

 70 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: