PUNCAK Covid-19 di Indonesia Diperkirakan ITB Mundur ke Mei

PUNCAK Covid-19 di Indonesia Diperkirakan ITB Mundur ke Mei
Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto:Detik.com/Pradita Utama)

SuarIndonesia – Institut Teknologi Bandung (ITB) memprediksi covid-19 akan mengalami pergeseran menjadi April hingga Mei. Hal ini disampaikan setelah adanya simulasi dan pemodelan sederhana penyebaran Corona Virus Desease (COVID-19) di Indonesia yang dilakukan oleh Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi (P2MS) Institut Teknologi Bandung (ITB) dan dikonfirmasi setelah terjadi penambahan positif corona yang terjadi di Indonesia.

Terhitung sejak Sabtu sore (21/3/2020) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut ada sebanyak 450 kasus positif covid-19 di Indonesia. Fakta itu mengubah asumsi yang digunakan, sehingga prediksi ikut berubah.

Dosen Program Studi Matematika ITB, Nuning Nuraini menyampaikan prediksi yang sebelumnya berakhir pada pertengahan April sudah tidak valid karena asumsi saat ini sudah berubah. Dia juga mengatakan pihaknya masih melakukan kajian ulang dengan menggunakan alternatif-alternatif pendekatan model yang lain.

“Sudah tidak valid. Masih kami olah dan ada beberapa alternatif-alternatif pendekatan model yang sedang kami matangkan,” kata Nuning, Sabtu (21/3/2020), dikutip dari detik.com.

Lebih lanjut, Nuning mengatakan dengan melihat trend positif corona yang semakin naik, maka puncak penyebaran corona akan bergeser. “Karena trend data makin naik, maka puncaknya akan menggeser ke kanan artinya waktunya lebih lama, puncaknya April dari proyeksi kasar tapi bisa sampai Mei,” katanya.

Dia mengatakan, sampai vaksin covid-19 belum ditemukan maka bentuk pencegahan yang bisa dilakukan yaitu memutus rantai penularan. “Salah satu metode untuk memutus rantai penularan tersebut ialah dengan melakukan pembatasan sosial (social distancing). Dengan adanya pembatasan sosial, setiap masyarakat tidak akan menjadi penular maupun tertular karena tidak melakukan kontak dengan siapapun sehingga laju penyebaran dapat menurun atau setidaknya terjaga konstan,” ujar Nuning.

Seperti diketahui sebelumnya, Nuning bersama dengan Kamal Khairudin dan Mochamad Apri per 14 Maret 2020 dengan data positif virus corona 96 orang se- Indonesia, ia melakukan kajian data dan simulasi covid-19 dari pendekatan model matematika. Diketahui, dari hasil menggunakan metode Richard’s Curve penanganan yang dilakukan di Korea Selatan cocok disandingkan dengan kasus covid-19 di Indonesia. Tidak hanya baik untuk ditiru, Nuning juga menuturkan penanganan covid-19 di Korsel merupakan yang terbaik di dunia.

“Korsel itu kan merupakan salah satu dari beberapa negara di dunia yang melakukan penanganan paling baik terkait kasus corona. Waktu terus berjalan, tentu sangat sulit untuk sama persis dengan mereka. Setidaknya dari tulisan ini kita tahu bahwa Indonesia perlu melakukan sesuatu untuk tetap berada dalam tren yang baik,” kata Nuning.(RA)

 347 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: