PT. JAR Bantu Stabilitas Ekonomi Daerah Hingga Petani

Suarindonesia – Keberadaan PT Jhonlin Agro Raya (JAR), disebut sangat membantu stabilitas perekonomian daerah.

Pasalnya, perusahaan yang bergerak dengan model usaha hilirasi industri kelapa sawit, ini membuat harga crude palm oil (CPO) di Kalimantan Selatan tidak perlu bergantung dengan harga ekspor.

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu, Agus Dwi Wahyono, saat dikonfirmasi menyampaikan apresiasi terhadap capaian PT JAR yang sudah sangat membantu menekan kondisi kerugian petani.

“Jadi petani tidak perlu jauh lagi mengirim tandan buah segar (TBS), dan PT JAR membelinya dengan harga yang standar serta menguntungkan petani,” katanya.

Kesehjateraan Kalimantan Selatan akan semakin meningkat, kala PT Jhonlin Agro Raya (JAR) mengoperasikan pabrik pengolahan minyak goreng yang rencananya akan rilis pada tahun ini.

Pabrik bakal mengolah 250 ton bahan baku dan menghasilkan 160 ton minyak goreng perhari.

Dalam pemenuhan bahan baku diprioritaskan pembelian melalui petani lokal.

Sebagai perusahaan hilirisasi di Kalimantan Selatan, PT JAR merupakan perusahaan yang menopang kesehjateraan warga.

“Waktu penutupan ekspor kemarin, PT JAR sangat membantu karena pengepul dan pembeli tidak terlalu merugi, mereka masih bisa menjual di harga 2.000 Rupiah, sedangkan di daerah lain
harga TBS sendiri Anjlok hingga 700 rupiah,” tambah Agus.

Dalam waktu dekat PT JAR akan menyerap dan membuka peluang besar rekrutmen untuk warga lokal yang berkompeten untuk bisa berkerja di perusahaan raksasa di Kalsel ini.

“Bupati Tanbu, H Zairullah Azhar sudah mempersiapkan sumber daya manusia, khususnya D3 Teknik, karena PT JAR akan menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT. JAR, Mathirlan Romadhoni, menambahkan pihaknya membeli TBS milik perkebunan plasma masyarakat untuk menjaga stabilitas harga.

Pengelola kebun plasma tidak perlu khawatir untuk mendapat kepastian pembelian TBS karena diberikan porsi yang cukup oleh PT. JAR. Masalah harga TBS, PT. JAR komitmen mengikuti harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Sebagian besar TBS yang kami gunakan dari perkebunan di Tanah Bumbu. Jika terlalu jauh ongkos angkut tidak kompetitif larinya ke biaya produksi.

Lebih baik yang terdekat dari seputaran Tanah Bumbu dan memang akhirnya membantu masyarakat setempat memasarkan TBS karena tidak perlu repot mencari pembeli atau memasarkan buah sawit masyarakat,’’ urainya.

Dalam pemenuhan SDM, lanjut Romadhoni, PT. JAR komitmen memberikan komposisi pekerja lokal untuk posisi seperti operator atau yang tidak membutuhkan pengalaman kerja sebesar 80 sampai 90 persen.

Sisanya 20 persen untuk posisi tenaga ahli akan dicampur dari dalam dan luar daerah, menyesuaikan ketersediaan SDM lokal yang memenuhi kualifikasi tenaga ahli.

“Untuk jabatan yang tidak perlu pengalaman kerja kami prioritaskan tenaga lokal, cukup Pendidikan minimal SMA dan ber KTP Tanah Bumbu,’’ katanya.

Diakui Dhoni, kebutuhan pekerja pabrik tidak terlalu banyak, namun kebutuhan pekerja di perkebunan sangat besar.

Saat ini saja pihaknya mempekerjakan kurang lebih 1.000 orang di lokasi kebun dengan mayoritas diisi tenaga kerja lokal.

Untuk mengurus kebun menurut Dhoni tidak perlu keahlian khusus, cukup punya keterampilan dasar sudah bisa bekerja.

Dengan begitu pihaknya bisa memberi kesempatan kepada pekerja lokal untuk mendapatkan penghasilan.

“Ke depan jika produk CPO perkebunan milik PT. JAR semakin luas maka pekerja kebun juga semakin bertambah melebihi komposisi yang sekarang.

Hal itu akan menjadi peluang lagi bagi pekerja lokal dan menambah serapan tenaga kerja lokal utamanya,’’ tegasnya.(RW)

 4,172 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!