PERMOHONAN NAGA Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Dikabulkan JAM PIDUM

Bagikan :
PERMOHONAN NAGA Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Dikabulkan JAM PIDUM

SuarIndonesia -Permohonan Naga, yang bernama lengkap Daniel Sinaga atas penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dikabulkan JAM PIDUM (Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum), Dr. Fadil Zumhana, Selasa (15/2/2022).

“Permohonan melalui  Cabang Kejaksaan Negeri Deli Serdang di Labuhan Deli yang disangkakan melanggar Pasal 362 KUHP tentang pencurian,” kata .Kepala Pusat Penerangan Huku Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak  SH. MH.

Disebut, kejadian Jumat  10 Desember 2021 di Jalan Besar Tembung Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan tepatnya di sebuah toko Minimarket.

Pada saat itu tersangka melihat saksi korban Wagirin sedang jualan bakso bakar, kemudian timbul niat Naga mengambil tas yang berisikan uang penjualan milik  korban.

Selanjutnya tersangka mengajak  korban untuk mengantri pembagian sembako di dekat sebuah minimarket dan mengatakan bahwa korban tidak perlu membawa uangnya.

Karena ada pemeriksaan dan apabila ketahuan membawa uang banyak, maka tidak diberikan sembakonya.

Tersangka selanjutnya meminta korban untuk memasukkan uangnya ke dalam amplop.

Mendengar hal tersebut, korban mengiyakan dengan memasukkan uangnya ke dalam amplop dan dimasukkan dalam tas serta menitipkannya kepada penjaga warung samping  korban berjualan.

Sesampainya, tersangka meminta saksi korban untuk menunggunya dengan alasan ingin mengambil amplop.

Tersangka justru kembali ke warung dimana saksi korban menitipkan tasnya dan langsung pergi tanpa sepengetahuan korban. Uang korban  diambil sejumlah Rp.850.000.

Tersangka mengambil uang korban untuk membayar sewa rumah dan sisanya dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan tersangka mengalami kesulitan ekonomi serta istrinya juga dalam keadaan hamil.

Adapun alasan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan antara lain
tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.

Dan tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun.

Kerugian yang ditimbulkan tidak lebih dari Rp2.500.000, dan
pelaksanaan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) di Cabang Kejaksaan Negeri Deli Serdang di Labuhan Deli pada tanggal 10 Februari 2022 dengan batas waktu 14 hari sampai dengan Rabu 23 Februari 2022.

Telah ada perdamaian antara korban dan tersangka telah mengembalikan uang tunai milik  korban.

Masyarakat merespon positif dan sangat berterimakasih atas upaya perdamaian yang telah dilaksanakan.

Selanjutnya Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Deli Serdang di Labuhan Deli akan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum, berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. (*/ZI)

 211 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.