PENYIDIK Dit Reskrimum “Gali’ Keterangan Ketua KPU Kalsel

PENYIDIK Dit Reskrimum “Gali’ Keterangan Ketua KPU Kalsel

SuarIndonesia – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) “gali’ keterangan dari Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Selatan (KPU Kalsel), Sarmuji, Kamis (25/3/2021).

Kedatangan Ketua KPU, ini setelah dilayangan surat dari penyidik Dit Reskrimum Polda Kalsel, untuk dilakukan klarifikasi.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol M Rifa’i membenar itu  untuk dimintai klarifikasi terkait aduan Komisioner KPU Kabupaten Banjar.

“Saat ini penanganan masih dalam tahap penyelidikan dan Kepolisian masih mengumpulkan keterangan-keterangan. Nanti jika ada perkembangan lagi akan kami sampaikan,” tambahnya.

Diketahui, Komisioner KPU Kabupaten Banjar, Abdul Muthalib melaporkan adanya dugaan pemalsuan dokumen yang ditunjukkan oleh saksi yang dihadirkan oleh Paslon Nomor Urut 02 di Pilgub Kalsel, H Denny Indrayana-H Difriadi saat persidangan MK, Senin (22/2/2021) silam.

Dokumen yang dimaksud dan menjadi akar persoalan adalah surat pernyataan yang menyebut adanya rekayasa perolehan suara pada Pilgub Kalsel Tahun 2020 di Kabupaten Banjar dan mencantumkan nama Abdul Muthalib sebagai Komisioner KPU Kabupaten Banjar.

Dimana dokumen tersebut dibeberkan oleh salah satu saksi yang dihadirkan Paslon H2D saat sidang pembuktian di hadapan Hakim MK.

Sementara Ketua KPU Kalsel, Sarmuji, ketika itu, hanya setengah jam di rungan penyidik, dan ke luar dari Mako (Markas Komando) Dit Reskrimum Polda Kalsel.

Kepada wartawan, ia mengatakan kalau, kedatangannya untuk memberikan klarifikasi berkenaan dengan kasus dugaan pemalsuan dokumen yang sedang ditangani penyidik Dit Reskrimum Polda Kalsel.

Dimana kasus tersebut diawali laporan Komisioner KPU Kabupaten Banjar, Abdul Muthalib.

Abdul Muthalib melaporkan adanya dugaan pemalsuan dokumen yang mencatut namanya.

“Saya di hadapan penyidik menyampaikan beberapa hal dalam klarifikasi tersebut.

Satu di antaranya terkait tanda terima kotak suara dari KPU Kabupaten Banjar kepada KPU Provinsi Kalsel,” jelasnya.

Dimana tahapan tersebut dilaksanakan sebelum pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Kalsel Tahun 2020.

Ketika ditanya wartawan tentang tanda terima dan kotak suara.

Ketua KPU Kalsel ini lantas menjawab ,  ada yang 45, ada 20 serta 25. “Nanti staf juga akan membawa barang-barangnya ke sini,” ucap Sarmuji.

Ia  juga mengatakan, klarifikasi disampaikan terkait koreksi yang dilakukan saat rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Kalsel Tahun 2020.

Meski sudah sempat menyampaikan klarifikasi atas sejumlah hal, namun diakuinya proses klarifikasi belum sepenuhnya tuntas dan diperkirakannya akan dilanjutkan dalam waktu dekat.

“Tadi saya juga sampaikan bahwa akan menggelar rapat juga terkait persiapan PSU, jadi mungkin akan dijadwalkan lagi selanjutnya,” pungkas Sarmuji. (ZI)

 

 217 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: