PENGAMAT Ragukan Banjarmasin Sebagai Zona Benar-benar Hijau

PENGAMAT Ragukan Banjarmasin Sebagai Zona Benar-benar Hijau

SuarIndonesia – Pengamat Epidemiologi Fakultas Kesehatan ULM (Universitas Lambung Mangkurat), Prof Husaini, menilai hingga kini tidak ada satu daerah pun di Kalsel layak disebut zona hijau Covid-19.

Menurutnya semua kabupaten/kota belum ada yang memenuhi indikator yang sudah ditetapkan WHO dan Kementerian Kesehatan.

Dikatakannya, jika suatu daerah terbuka dan sudah terjadi transmisi lokal kasus Covid-19 serta mobilitas penduduk tinggi di luar rumah seperti Kota Banjarmasin dan semua daerah di Kalsel.

Maka sangat sulit dan bahkan mustahil akan ada daerah zona hijau.

Husaini menyebut, salah satu indikator yang wajib dipenuhi antara lain angka Positively Rate (PR) selama 14 hari berturut-turut harus berada di bawah atau sama dengan lima.

“Lalu untuk nilai RT (reproduction transmission) atau laju kasus harian atau nilai RE (reproduction effective) selama 14 hari berturut-turut di bawah 1,” sebutnya.

Indikator lain yang harus dipenuhi daerah zona hijau Covid-19 yakni nilai case fatality rate (CFR) atau angka kematian tidak lebih dari 3 persen. “Nilai CFR harus 0 sampai 2 persen,” ujarnya.

Selain itu, dia menyebut daerah bisa disebut zona hijau jika penurunan jumlah kasus positif hingga 50 persen atau lebih selama dua pekan terakhir dari puncak.

“Di samping itu, jumlah kasus ODP dan PDP juga harus ada penurunan 50 persen atau lebih selama 2 minggu terakhir,” sebutnya.

Untuk penurunan jumlah meninggal dari kasus positif juga demikian, selama 2 pekan terakhir harus turun 50 persen atau lebih dari puncak.

Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP juga harus turun minimal 50 persen selama 2 minggu terakhir dari puncak.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, mengatakan penetapan zona hijau yang dilakukan Pemko di beberapa kelurahan sudah sesuai ketentuan buku pedoman lima yang saat ini dipakai.

Indikator ditetapkan zona hijau di kelurahan tersebut diantaranya karena adanya penurunan kasus positif, fatality rate, serta tidak ditemukan lagi kasus baru dalam kurun waktu 14 hari terakhir.

“Sesuai ketentuan panduan buku pedoman kelima.  itu kan ada. Dalam empat belas hari kasus menurun, fatality rate menurun, dan tak ada penambahan kasus baru. Itu langsung hijau,” ujar Ibnu.(RW)

 501 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: