PENETAPAN Komitmen Pemprov Terhadap Penyertaan Modal Bank Kalsel Sekaligus Putusan Raperda

SuarIndonesia – Setelah sempat tertunda beberapa kali, Raperda Penambahan Penyertaan Modal untuk Bank Kalsel akhirnya disepakati pada paripurna DPRD Kalsel, Rabu (14/9/2022).

Seperti diketahui Pemprov Kalsel bersedia dan telah menyepakati penambahan penyertaan modal bank Kalsel sebesar 291 M, yang akan dibayarkan pada APBD 2022, hingga APBD 2024.

Selain pengambilan keputusan DPRD tentang persetujuan penyertaan modal aset atau inbreng Pemprov Kalsel kepada PT. Bank Kalsel, juga dilakukan pengambilan keputusan DPRD tentang Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) menjadi Peraturan Daerah (PERDA).

Ini, tentang Perubahan bentuk hukum Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan menjadi PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (PERSERODA) dan Penambahan penyertaan modal Pemerintah Provinsi Kalsel kepada Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalsel (PERSERODA)

Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor  mengatakan pada prinsipnya DPRD Provinsi Kalsel telah menyatakan dapat menyetujui RAPERDA dimaksud untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Karena itu, melalui RAPERDA ini diharapkan sebagai upaya penguatan struktur, ketahanan dan daya saing bagi PT Bank Pembangunan Daerah Kalsel, yang mampu menghadapi tantangan dan tuntutan inovasi produk.

Serta layanan berbasis teknologi yang mampu menjawab tantangan ekonomi global, sehingga pada akhirnya dapat mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” terangnya

Orang nomer satu di Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini menjelaskan, perubahan bentuk hukum Bank Kalsel dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perseroan Daerah (PERSERODA) berlandaskan pada tujuan untuk menambah pendapatan daerah.

“Karena dapat memperoleh tambahan modal dari sektor swasta yang relatif besar melalui penerbitan saham maupun obligasi, dapat meningkatkan perusahaan dan pengelolaannya dilakukan secara mandiri termasuk penentuan tarif sepanjang tidak melanggar batas yang ditentukan oleh ketentuan perundang-undangan” jelasnya.

Sementara Direktur Utama Bank Kalsel Hana Wijaya beserta jajarannya Direktur Bisnis Bank Fachrudin, serta Komisaris Bank Kalsel Rizal Akbar Sarupi, yang turut berhadir.

Mereka menyaksikan penetapan komitmen Pemprov Kalsel terhadap penyertaan modal Bank Kalsel sekaligus mendengarkan penyampaian putusan RAPERDA tersebut.

Menurut Hana Wijaya pihaknya dapat bernafas lega sekaligus bersyukur atas ditetapkannya penyertaan modal Bank Kalsel yang tentunya selama ini merupakan hal yang sangat dinantikan.

“Salah satu hal yang menjadi momok bagi kami adalah upaya pemenuhan ketentuan OJK untuk pemenuhan modal inti minimum.

Tentunya ini semakin menambah optimisme kami untuk pemenuhan MIM sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Terima kasih banyak atas peran serta seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap penyertaan permodalan ini,” ucapnya.

Dirinya juga merincikan penyertaan modal yang telah ditetapkan, dimana secara keseluruhan total penyertaan modal yang dilakukan adalah sebesar Rp291.153.950.000 meliputi dana tunai maupun tanah dan bangunan.

“Penyertaan modal terbagi dalam 2 bentuk. Yang pertama, bentuk dana tunai sebesar Rp 155.886.750.000 yang realisasi dibagi dalam 3 tahun APBD dari tahun 2022 – 2024.

Yang kedua dalam bentuk tanah dan bangunan, total senilai Rp 135.267.200.000. Atas hal ini, sesuai PERDA No 5 tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Kalsel dengan  jumlah penyertaan saat ini adalah Rp 365.692.366.034.

Sehingga dengan tambahan penyertaan modal tersebut, maka total keseluruhan modal Pemprov Kalsel menjadi Rp 656.846.316.034” bebernya.

Saat ini, posisi Modal Inti Bank Kalsel per 31 Agustus 2022 tercatat mencapai sebesar Rp 2 triliun, menunjukkan progres yang positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Komitmen yang ditunjukkan oleh Pemprov Kalsel tentunya patut disyukuri dan menjadi angin segar yang menambah optimisme Bank Kalsel untuk mewujudkan kewajiban pemenuhan Modal Inti Minimum yang ditetapkan regulator.

“Pada kesempatan ini, kami kembali mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemprov Kalsel atas komitmen dan dukungan yang diberikan kepada Bank Kalsel.

Tak terkecuali juga DPRD Provinsi Kalsel, khususnya Ketua dan Komisi II DPRD Provinsi Kalsel maupun Panitia Khusus Permodalan yang telah berkontribusi besar terhadap penyusunan RAPERDA ini.

Besarnya dukungan ini akan kami tindaklanjuti dengan komitmen memberikan

layanan terbaik, sebagaimana tagline kami Setia Melayani, Melaju Bersama,” katanya

Sebagaimana diketahui, perda Penambahan Penyertaan Modal Inti Bank Kalsel juga dilakukan oleh di 13 Kabupaten Kota se-Kalsel.

Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel Dr. (HC) H. Supian HK, S.H.,M.H, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel M. Syaripuddin, dan Gubernur Kalsel Dr. (HC) H. Sahbirin Noor, S.Sos.,M.H  (HM)

 461 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.