Pemko Semarang Studi Tiru ke Banjarmasin

Pemko Semarang Studi Tiru ke Banjarmasin

Suarindonesia – Pemko Banjarmasin kembali mendapat kunjungan daerah lain dalam rangka studi tiru.

Kali ini yang mengunjungi Balai Kota Banjarmasin adalah Pemko Semarang. Kedatangan Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama sejumlah kepala SKPD dan para pengurus barang lingkup Pemko Semarang yang berjumlah sekira 80 orang itu, disambut Asisten Bidang Pembangunan dan perekonomian Setda Kota Banjarmasin Doyo Pudjadi, Selasa (29/01).

Dalam pertemuan di Aula Kayuh Baimbai, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan, tujuan je Kota Banjarmasin untuk mengali lebih dalam tentang penatausahaan pengurus barang dan keuangan.

“Tujuan kami ke sini adalah mengajak teman-teman semua para pengurus barang, penata usaha, dan rencana keuangan untuk bisa studi tiru. Bagaimana kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin,” katanya.

Dengan adanya kegiatan tersebut, wanita cantik dan murah senyum ini berharap, pengelolaan aset Pemko Semarang dapat lebih baik lagi sehingga opini Wajar Tanpa Pengecualian yang diberikan Badan Pemeriksa keuangan (BPK) RI dapat mereka raih kembali.

“Jadi nantinya bagaimana pengelolaan asetnya. Nanti kami bisa melihat dan menirunya serta menatanya sehingga kami juga dapat mempertahankan WTP,” ucapnya.

Diakuinya, selama berada di Kota Banjarmasin dirinya merasa senang, karena masyarakatnya ramah. “Saya baru pertama kali ke Kota Banjarmasin. Di sini masyarakatnya ramah dan banyak destinasi wisatanya,” ujarnya.

Bahkan ia mengaku sangat tertarik dengan souvenir kain sasirangan hasil olahan pengrajin di kota ini. “Motifnya bagus, dan hampir sama dengan motif kain khas Kota Semarang,” tuturnya.

Sementara itu, Doyo Pudjadi menyatakan rasa tersanjung atas kedatangan Wakil Walikota Semarang bersama jajarannya.

“Kami sangat menyambut baik kedatangan Pemerintah Kota Semarang ke Pemerintah Kota Banjarmasin. Selamat datang di Kota Banjarmasin Kota Sungai Terindah di Indonesia,” katanya.

Dijelaskannya, untuk kegiatan penata usahaan pengurus barang dan keuangan Pemko Banjarmasin memiliki tim khusus yang tergabung di Badan Keuangan Daerah Kota Banjarmasin.

Penjelasan lain yang disampaikannya dalam kesempatan tersebut tentang budaya Banjar. Salah satunya adalah kain sasirangan.

Menurutnya, kain sasirangan dahulunya adalah kain yang dipakai para raja di kota ini. Dan untuk melestarikan budaya itu, maka selain melakukan pembinaan terhadap para pengrajinya. Sejak beberapa tahun lalu Pemko Banjarmasin juga telah menggelar sebuah event yang bertujuan untuk mengangkat derajat kain sasirangan.

“Setiap tahun kami menggelar event Banjarmasin Sasirangan Festival. Event ini masuk dalam agenda pariwisata nasional. Tahun ini kami kembali akan menggelarnya di Bulan Maret 2019 ini. Nanti kami akan mengundang Pemko Semarang untuk berhadir dalam acara tersebut,” ujarnya.

Rangkaian lain dalam kegiatan tersebut adalah saling bertukar cendera mata antara Pemko Banjarmasin dan pemko Semarang. Pemko Banjarmasin menyerahkan souvenir kain sasirangan dan sebuah plakat.(SU)

 223 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: