PASCA Vonis Mantan Kadis ESDM Tanbu, Tim JPU Memastikan Banding

SuarIndonesia – Pasca vonis mantan Kadis ESDM tanah Bumbu (Tanbu), Tim JPU memastikan banding.

Ini setelah sepekan berlalu pasca Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin membacakan vonis terhadap terdakwa Mantan Kadis ESDM Tanah Bumbu (Tanbu), H Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo dalam perkara korupsi dan pencucian uang terkait pengalihan IUP.

Dwijono dihukum pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan.

Penuntut Umum, Wendra Setiawan mengatakan, sementara pihaknya memang belum menerima salinan putusan Majelis Hakim.

“Belum terima salinan putusan, tapi dipastikan banding,” ujar Wendra dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Senin (27/6/2022).

Menurut Wendra yang juga merupakan Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu ini, memori banding disusun setelah salinan putusan diterima.

Mengacu data pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Banjarmasin, pemberitahuan banding oleh Penuntut Umum telah tercatat pada sistem diajukan pada Kamis (23/6/2022).

Diketahui, vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada terdakwa lebih ringan dibanding tuntutan Penuntut Umum.

Penuntut umum pada sidang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 1,3 miliar subsider 1 satu tahun kurungan.

Dalam vonisnya, Majelis Hakim pemeriksa dan pengadil perkara ini diketuai Yusriansyah menilai terdakwa terbukti melakukan korupsi dan pencucian uang seperti didakwakan didalilkan pada dakwaan pertama kesatu dan dakwaan kedua primair.

Yakni Pasal 12 huruf a jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selanjutnya Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Pasca sidang vonis sebelumnya, Tim Penasihat Hukum Terdakwa, Lucky Omega Hasan menyatakan, mengapresiasi kebijaksanaan Majelis Hakim dalam memutuskan perkara tersebut.”Intinya kami mengapresiasi putusan tersebut,” ujar Lucky.

Diketahui dari rangkaian persidangan sebelumnya, terdakwa Dwijono disebut menerima uang miliaran rupiah berkaitan dengan proses pengalihan IUP perusahaan pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel Tahun 2010. (ZI)

 906 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!