PANSUS Minta Bakeuda Mendata Aset Provinsi Kalsel

PANSUS Minta Bakeuda Mendata Aset Provinsi Kalsel

SuarIndonesia РPanitia Khusus (Pansus) II DPRD Kalimantan Selatan membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur  tahun anggaran (TA) 2020.

Diminta Badan Aset dan Keuangan Daerah (Bakeuda) untuk mendata list aset Provinsi Kalsel.

“Aset provinsi baik tanah dan bangunan yang selama ini tidak terpakai atau belum bersertifikat agar dilaporkan, ke dewan,”

Hal ini dikatakan Ketua Pansus II Iqbal Yudiannor, usai rapat kerja dengan Badan Aset dan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, Rabu (7/4/2021)

Menurut Iqbal, bila ada aset tidak terpakai namun bisa menguntungkan untuk pendapatan daerah, maka pihaknya akan bekerja sama dengan pihak lain.

“Diperlukan kesadaran semua SKPD mengenai aset ini,” ucapnya

Adapun menurut Iqbal, pihaknya baru dapat info ada sekitar 560 hektar Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) di Tanah Bumbu.

Ini tanah aset provinsi yang saat sudah ditempati masyarakat, bahkan ada yang mendirikan SPBU di atas tanah aset provinsi.

“Ini akan menjadi bahan dewan, dan akan kita kejar 560 hektar tanah yang tak sedikit, dan semoga jadi pemasukan keuangan daerah,”tegas Iqbal

Selain Kapet di tanah bumbu, ujar Iqbal untuk lahan bekas Giant yang ada di banjarbaru juga akan dipertanyakan.

“Kami minta Bakeuda, bila pihak ketiga tak sanggup mengelolanya kita serahkan atau carikan mitra kerja yang lain yang dapat memanfaatkan lahan aset provinsi yang lokasi strategis tersebut, untuk pemasukan kas daerah,” bebernya

Saat ini banyak pengusaha yang mau mengembangkan usahanya namun tidak memiliki lokasi yang strategis, ini dapat bekerja sama, selain perputaran ekonomi di masyarakat berjalan, daerah juga ada pemasukan.

“Lahan kosong yang lokasinya strategis, tidak dimanfaatkan rugi, kita himbau pengusaha dapat bekerja sama di atas lahan aset ini,”beber Iqbal

Pendataan aset setiap tahun bisa berubah dan bertambah dikarenakan dapat hibah dari pusat atau dan setelah di Inventarisir pihaknya akan mengundang pihak terkait.

“Kami Minta Bakeuda selesaikan list aset tahun ini, biar bisa di inventarisir setelah itu, kita undang pihak terkait, aset yang ada mau dijadikan objek apa” tutup Iqbal

Sementara itu, Kepala Bakeuda Kalsel Agus Dyan Nur, mengatakan, pihaknya segera menginventarisasi kembali aset-aset Pemprov guna lebih memudahkan memberdayakan, sebagai sumber pendapatan daerah.

Menurut Agus, salah satu lahan dan bangunan exs Giant yang ada di banjarbaru merupakan milik Pemerintah Provinsi, yang bisa dipergunakan sebagai sumber pendapat daerah.

“Kita segera inventarisasi aset provinsi sesuai arahan petunjuk dari dewan, sebagai salah satu sumber pendapatan daerah,”ucap agus

Namun menurut agus, untuk pendapatan asli daerah (PAD) masih di dominasi sumber dari pajak kendaraan bermotor.

“Selain pendapatan dari pajak kendaraan bermotor, kita coba gali dari aset dengan menginvetarisasi, agar dapat mempermudah dalan pemanfaatan” ujar Agus (HM)

 183 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: