PAMAN BIRIN-MUHIDIN Mulus Menuju Pilgub Kalsel 2020

PAMAN BIRIN-MUHIDIN Mulus Menuju Pilgub Kalsel 2020

SuarIndonesia – Sembilan puluh sembilan persen merupakan angka yang hampir sempurna. Angka inilah yang saat ini dimiliki pasangan Sahbirin Noor dengan Muhidin untuk maju di Pilgub 2020 yang rencananya digelar pada 9 Desember mendatang.

DPD Partai Golkar Kalsel telah mengusulkan nama pasangan calon ini ke DPP Golkar melalui surat laporan hasil tahapan seleksi dengan nomor
A-054/GOLKAR-KS/VI/2020 tertanggal 26 Juni 2020.

Alasannya jelas, selain mendapat rekomendasi dari pusat pasangan ini mampu menghimpun koalisi partai politik baik pengusung maupun pendukungnya.

“Sudah sembilan puluh sembilan persen pasangan ini, karena membawa partai pengusung. Begitu pula membawa partai pendukung,” ucap Ketua Ketua Harian DPD Golkar Kalsel, Supian HK saat jumpa pers di Kantor DPD Golkar Kalsel, Senin (29/06/2020).

Supian membeberkan, sebenarnya selain Muhidin ada empat nama lainnya yang sempat masuk dalam bursa pencalonan wakil untuk diusulkan mendamping Sahbirin, yang dinyatakan terpilih secara aklamasi sebagai calon gubernur.

Setelah melalui mekanisme penjaringan nama Muhidin lah yang terpilih lantaran banyak mendapat dukungan.

“Nanti DPP yang menetapkan. Ranah kami sudah selesai menyampaikan ke DPP,” kata Supian yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu).

Dijelaskan, terpilihnya Muhidin mendampingi Paman juga karena melihat rekam jejak di Pilgub 2015 lalu. Di mana Muhidin mampu bersaing kuat meski saat itu hanya maju melalui jalur perseorangan.

Sehingga dapat dibayangkan betapa kuatnya pasangan ini ketika Muhidin saat ini sudah memiliki partai.

“Pertama punya partai. Juga pernah bertarung dengan Paman dan hampir mendekati. Apalagi dia (Muhidin) jalur independen saat itu,” beber Supian.

Selain itu, saat ini sudah ada lima partai yang diusulkan DPD Golkar untuk mengusung pasangan ini, yakni Golkar, PAN, PDI Perjuangan, PKS, dan Demokrat dengan total 35 kursi di parlemen.

Supian menyadari, sebenarnya tanpa koalisi partai pun Golkar mampu mengusung calonnya, mengingat saat ini partai berlambang pohon beringin tersebut sudah memiliki dua belas kursi.

Hanya saja saat ini bukan bicara mampu atau tak mampu. Sebab ujar Supian koalisi partai sangat mempengaruhi dalam menjalankan roda pemerintahan kedepannya.

“Jadi bicara aman atau tak aman. Walaupun aman tapi kami tetap perlu mencari koalisi sebanyak-banyaknya,” terangnya.

Selain lima partai pengusung tadi, saat ini Golkar juga tengah melakukan penjajakan politik dengan partai lainnya, seperti Gerindra, PKB, dan yang baru ini Demokrat untuk mengusung pasangan ini.

“Koalisi dengan Gerinda kita sudah mendaftar, karena semua partai kita sudah mengajukan semua, termasuk yang baru ini Demokrat,” jelasnya.

Lantas kapan pasangan bakal calon ini bakal diumumkan? Tentunya itu bakal dilakukan setelah ada persetujuan dari DPP Golkar. Dan jika tak ada aral maka DPD Golkar bakal menggelar deklarasi pada Agustus mendatang. (SU)

 243 total views,  1 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: