OTT Pengadaan Alkes di RSUD Ulin, Dua Terdakwa Hanya Dituntut 17 dan 15 Bulan

Bagikan :
OTT Pengadaan Alkes di RSUD Ulin, Dua Terdakwa Hanya Dituntut 17 dan 15 Bulan

SuarIndonesia –Perkara OTT (Operasi Tangkap Tangan) pengadaan Alkes (Alat Kesehatan) di RSUD Ulin Banjarmasin, dua terdakwa hanya dituntut 17 dan 15 bulan, pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Senin (24/1/2022) dengan agenda tunggal pembacaan tuntutan.

Terdakwa Subhan dituntut 17 bulan dan Suriawan 15 bulan. Keduanya yang terjaring Siber Pungli Polda Kalsel.

Terdakwa Subhan dari PNS di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ulin dan Suriawan Halim dari unsur pengusaha.

Tuntutan yang disampaikan JPU Adi Suparna dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

Kedua terdakwa di sidang secara terpisah, dalam tuntutan keduanya masing masing di denda Rp 50 juta subsidair dua bulan kurungan.

JPU berkeyakinan kalau kedua terdakwa selaku penerima dan pemberi yang terjaring OTT disebuah rumah makan, bersalah melanggar pasal 5 huruf b UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sdeperti pada dakwaan subsidiar.

Atasan tuntutan tersebut Majelis hakim yang dipimpin hakim Yusriansyah memberikan kesempatan kepada tedakwa maupun penasihat hukumnya untuk menyampaikan nota pembelian di sidang mendatang.

Seperti diketahui dua terdakwa yang terkait pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Ulin Daerah (RSUD) Banjarmasin, terkait masalah pemberian dari kontraktor kepada penerima salah seorang pejabat di lingkungan rumah sakit tersebut.

Kedua terdakwa tersebut adalah Suriawan Halim Direktur Marketing PT Capricorn Mulia perusahaan kontraktor yang memenang tender dan terdakwa kedua adalah Subhan selaku selaku Sub Bagian Penyusunan Program dan Evaluasi di rumah sakit tersebut.

Kedua sebagai pemberi dan penerima yang nilainya Rp 11.519.000, yang terkena OTT oleh tim Saber Pungli Subdit 3 Ditreskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus) Polda Kalsel, ketika kedua bertransaksi di rumah makan di bilangan Km 5 Banjarmasin.

Menurut dakwaan, tindakan yang dilakukan terdakwa bisa dikatakan sebagai pungutan liar.

Awalnya antara kedua terdakwa melakukan semacam perjanjian untuk bertemu di rumah makan di kawasan Km 5 tersebut.

Sementara tim kepolisian yang telah mencium bau juga berada di rumah makan yang sama, pada saat itu setelah transaksi terjadi petugas mendekat dan menyita sebuah amplop berwarna coklat yang ternyata isinya uang sebesar Rp 11 juta lebih.

Terjadi tersebut diawali ketika PT Capricorn selaku pemenang tender alat kesehatan yang terdiri dari pengadaan Paramount Beda senilai Rp 2,5 M lebih.

Pengadaan Electrik Delivery Bed senilai Rp2285 juta lebih, pengadaan Emergency Strecher senilai Rp 643 juta lebih.

Pengadaan Film Viewer Elektromag senilai Rp84 juta lebih dan pengadaan Urathane Foam Matress dengan nilai Rp 58 juta lebih. (HD)

 262 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.