NGAMUK Tak Mau Pakai Masker, Seorang Warga Diamankan

NGAMUK Tak Mau Pakai Masker, Seorang Warga Diamankan

SuarIndonesia – Penegakan Perwali Banjarmasin Nomor 68 Tahun 2020 di hari pertama diwarnai insiden, Selasa (1/09/2020) pagi. Salah seorang warga mengamuk. Pria itu tak terima lantaran ditegur petugas karena tak pakai masker.

Meski sudah dibujuk dia tetap bersikukuh dan tak mau menuruti aturan. Petugas pun mencoba menenangkannya, dan membawanya ke posko di pertigaan Pasar Lima Jalan Pangeran Samudera untuk didata.

Namun warga tersebut tetap saja berkeras hari. Sambil berjalan di Jalan Pangeran Samudera, pria tersebut melontarkan pertanyaan bahwa dirinya tak mempercayai adanya virus Corona.

Selain itu, dia juga melontarkan pernyataan yang bersifat menantang petugas. “Saya tak pernah bikin maslahah, kalian yang bikin masalah. Satu lawan satu!,” tantangnya.

Saat berada di kawasan Pasar Belauran, para petugas yang kebetulan berada di sana terpaksa melakukan tindakan tegas. Pria itu akhirnya dibekuk ketika mencoba melawan saat disuruh mengenakan masker.

Kendati demikian, beruntung pria itu tak diberi sanksi berat. Petugas
akhirnya bisa menenangkannya, hingga pria tersebut akhirnya mau mengenakan masker.

Insiden itu hanya sebagian kecil yang terjadi saat penerapan Perwali Tentang Pedoman Pelaksanaan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi CoVID-19 tersebut.

Selain itu, sedikitnya ada 30 orang lebih yang dapat sanksi teguran, dan sanksi sosial lantaran tak menggunakan masker.

M. Erwansyah, misalnya. Pria asal Bima, Nusa Tenggara Timur harus menerima sanksi membersihkan fasilitas umum, menyapu sampah di sekitaran Jalan Pangeran Samudera.

Meski harus menerima hukuman menyapu jalan, dirinya menyambut baik adanya penerapan sanksi untuk memberikan efek jera. “Tadi maskernya ketinggalan di rumah,” ungkapnya.

Sementara itu usai pelepasan ratusan personel, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina menyampaikan, sosialisasi yang dilakukan petugas sudah sangat masif.

“Dua pekan sosialisasi ditambah sepekan lagi dirasa sudah sangat cukup,” jelas Ibnu Sina, Walikota Banjarmasin usai Apel, Selasa (01/09) pagi.

Pada hakikatnya menurut Ibnu, masyarakat sudah mengetahui adanya regulasi ini. Berkaca dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang diselenggarakan dalam tiga tahap.

“Tinggal masyarakat yang punya pilihan. Paka maskernya atau disanksi. Kalau masih tidak mengenakan masker juga artinya dasar ‘mecal’ (bebal),” tegas Ibnu.

Sebelumnya, Perwali Nomor 68 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan pada Masa Pandemi CoVID-19 terdiri dari 9 bab dan 18 pasal.

Klausul-klausul yang ada di dalamnya telah disesuaikan dengan template yang terlampir di Instruksi Mendagri.

Setidaknya ada beberapa hal yang baru dalam Perwali Nomor 68 Tahun 2020, sebagai pengganti Perwali sebelumnya.

Misalnya tidak lagi diizinkan melepaskan masker saat foto sesaat, dan ada ketentuan denda maksimal untuk pelaku usaha sebesar Rp150 ribu.

Sedangkan bagi perorangan tetap dikenakan denda sebesar Rp100 ribu kepada warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan.(SU)

 187 total views,  2 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: