MUNCUL MODUS BARU Peredaran Narkotika, Total 7,5 Kg Lebih Disita Jajaran Polda Kalsel

MUNCUL MODUS BARU Peredaran Narkotika, Total 7,5 Kg Lebih Disita Jajaran Polda Kalsel
Kabag Binopsnal, AKBP H Budiyanto

SuarIndonesia -Bermunculan modus baru  peredaran Narkotika, terlebih selama bulan Ramadan 2021 dan disita total 7,5 Kg (kilogram) lebih.

“Jumlah kasus peredaran berhasil diungkap selama bulan Ramadan tak jauh berbeda dibanding sebelumnya itu,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Tri Wahyudi melalui Kabag Binopsnal, AKBP H Budiyanto, Selasa (18/5/2021).

Ia katakan, ada 19 kasus pengungkapan kasus peredaran dan atau penyalahgunaan narkotika  selama periode Ramadan.

Dari pengungkapan itu, berhasil diamankan sebanyak 26 tersangka dan barang bukti yang disita paling banyak berupa narkotika golongan 1 jenis sabu sebanyak 2.261 gram.

Selain itu, ada pula barang bukti berupa 10,56 gram tembakau gorila dan 897 pil ekstasi.

“Jika dibandingkan sebelum Ramadan rata-rata di atas 20 kasus, artinya tidak signifikan berkurang.

Dapat dikatakan aktivitas ini (peredaran gelap narkotika) masih tinggi,” tambah AKBP Budiyanto.

Sedangkan jika dimasukkan data pengungkapan kasus serupa oleh Polres/ta jajaran Polda Kalsel, total kasus sebanyak 145 dengan tersangka yang diamankan sebanyak 178 orang.

Total barang bukti sabu yang disita mencapai lebih dari 7,5 kg.

Tak hanya peredaran, namun katanya penyalahgunaan narkotika diyakini masih tinggi.

Bahkan para sindikat pengedar juga disebutnya terus menggunakan modus-modus baru dalam melancarkan semua itu

Termasuk pada sisi distribusi, ada jaringan yang menggunakan metode seolah membuang paket sabu di jalan untuk setelahnya diambil oleh jaringan di bawahnya.

Hal ini, diyakini dilakukan untuk mengurangi adanya transaksi atau pertemuan fisik antar satu dengan lain.

“Dalam jaringan peredaran gelap narkoba, sehingga makin mengaburkan jejak distribusi itu,” bebernya lagi

Ini seperti pada pengungkapan kasus yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Kalsel pada Tanggal 6 Mei Tahun 2021.

Dimana seorang tersangka berinisial AA kedapatan menguasai sabu sebanyak 719,52 gram saat ditangkap petugas.

Awalnya kami dapat informasi, lalu dalam penyelidikan jadi incaran.

Yang bersangkutan bukan pengedar kelas kecil. Pengakuan tersangka peredaran dilakukan di Banjarmasin dengan modus baru sistem lempar di jalan,” ujarnya.

Fenomena masih terjadinya peredaran gelap dan atau penyalahgunaan narkotika ini kata AKBP Budiyanto menunjukkan bahwa masih sangat diperlukannya peran serta seluruh stakeholder khususnya masyarakat untuk sama-sama memberikan edukasi terhadap sesama terkait bahaya narkoba.

“Kami melakukan penindakan, preventifnya dilakukan imbauan-imbauan, juga penyuluhan terhadap sejumlah segmen masyarakat termasuk secara daring,” pungkasnya. (ZI)

 827 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: