MINIM Sosialisasi, E-Katalog Lokal Banjarmasin Minim Peserta

SuarIndonesia – Kota Banjarmasin menempati posisi empat terendah penggunaan e katalog lokal dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pasalnya, dari sekian banyak etalase yang disediakan dalam laman resmi e-katalog, item yang ditawarkan e katalog lokal Kota Banjarmasin tersebut hanya sekitar terisi 67 tawaran saja.

Yakni 50 tawaran di etalase ATK, 5 Jasa Keamanan, 11 Jasa Kebersihan, 1 Pakaian Dinas dan 1 tawaran di kolom Etalase Lain.

Hal tersebut membuat mantan Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini menempati posisi 11 di atas Kabupaten Kota Baru dan di bawah Kabupaten Tanah Bumbu.

Lantas, mengapa E-Katalog Lokal Banjarmasin masih minim tawaran?

Saat ihal tersebut kepada Kepala Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Banjarmasin, Thomas Sigit Mugianto, yang bersangkutan malah tak menghiraukan awak media ini.

Ia berdalih sedang menjalani rapat yang penting dan sudah ditunggu oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin.

“Nanti saja ya, saya lagi perlu cepat. Tadi saya cuma ngambil tas ke ruangan,” dalihnya saat ditemui awak media di Balai Kota, Rabu (7/9/2022) petang.

Beruntung penjelasan terkait hal itu didapat dari Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman.

Ia mengakui, rendahnya tingkat tawaran barang dan jasa yang diikutsertakan dalam e katalog lokal Kota Banjarmasin.

“Sosialisasi dari kita masih kurang. Mungkin itu yang jadi kendala kita,” ucapnya saat ditemui awak media di Balai Kota, Rabu (7/9/2022).

Kendati demikian, Ikhsan mengaku bahwa saat ini pihaknya tengah menggenjot agar pelaku usaha mau memasukkan tawarannya ke E Katalog Lokal Banjarmasin.

Yakni dengan cara menekankan pada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

“Di masing-masing SKPD diminta untuk menyampaikan laporan terhadap penggunaan E Katalog Lokal. Karena mereka (SKPD) sebenarnya sudah bekerjasama dengan setiap pihak pelaku usaha,” ujarnya.

“Namun mungkin karena masih kurang sosialisasi, membuat pengalihan pola yang awalnya hanya manual menjadi elektronik memakai sistem E Katalog ini,” ungkapnya.

Ia meyakini, jika sudah benar-benar dijalankan, E Katalog Lokal Banjarmasin pasti memiliki peserta yang banyak. Apalagi menurutnya masing-masing SKPD di Banjarmasin mempunyai Wira Usaha Baru (WUB) binaan.

“Nantinya, setiap WUB binaan itu akan kita arahkan untuk masuk E Katalog Lokal. Para pelaku WUB binaan kita pun antusias untuk masuk ke E Katalog,” klaimnya.

Maka dari itu, Ikhsan meminta agar setiap SKPD langsung mendaftarkan WUB binaannya untuk masuk ke daftar E Katalog Lokal yang sudah disediakan.

“Kalau bingung, pelaku WUB akan kita dampingi menginput segala hal yang diperlukan,” pungkasnya. (SU)

 194 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!