MARAKNYA PENGEMIS, Satpol PP Banjarmasin Tak Bisa Berbuat Banyak

MARAKNYA PENGEMIS, Satpol PP Banjarmasin Tak Bisa Berbuat Banyak

SuarIndonesia – Maraknya pengemis di perempatan jalan Kota Banjarmasin tidak bisa diantisipasi lebih dalam oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Banjarmasin.

Pasalnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin terlihat mengambil napas sejenak saat awak media mempertanyakan bahwa akhir-akhir ini pengemis cukup marak terlihat.

“Mestinya, instansi lain juga bergerak. Gerak kami (Satpol PP) ini terbatas. Kami hanya sebatas menertibkan, atau mengantar mereka ke rumah singgah,” jawabnya belum lama tadi.

Muzaiyin juga menegaskan bahwa sulitnya menangani pengemis, sama halnya menangani badut jalanan. Ia menyatakan, sudah tak terhitung berapa banyak anak-anak maupun orang dewasa yang dibawa ke markas Satpol PP.

“Kemudian diberikan pengertian. Tapi ujung-ujungnya, masih saja marak. Termasuk mereka yang menyewakan kostum. Juga sudah sering kami undang untuk datang ke markas dan kami berikan pengertian,” tambahnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Camat Banjarmasin Timur itu pun mengatakan, bahwa pihaknya sebenarnya tidak melarang mereka yang ingin mencari nafkah. Asalkan pada tempatnya. Bukan di tempat-tempat yang dilarang oleh pemerintah.

“Jadi penanganan mestinya tidak hanya dilakukan oleh Satpol PP saja,” tegasnya.

Persoalan penanganan pengemis di Kota Banjarmasin memang menjadi momok. Jajaran aparat penegak peraturan daerah atau perda, kerap melakukan patroli hingga penertiban atau pengamanan.

Namun, hal itu tak serta merta membuat pengemis jera. Ambil contoh seperti yang tampak di ruas Jalan Ahmad Yani kilometer 2 Banjarmasin, Selasa (1/6/2021).

Di pertigaan lampu merah yang lokasinya tak berada jauh dari gedung PDAM Bandarmasih, empat pengemis tampak beroperasi.

Mereka menyambangi satu persatu kendaraan bermotor yang berhenti di situ. Menadahkan tangan, mengharapkan receh kepada para pengendara. Sebagian wajah adalah mereka yang memang sudah pernah diamankan ke markas Satpol PP.

Tidak hanya di situ. Dari hasil pantauan di lapangan, hampir seluruh lokasi lampu merah, dihuni oleh pengemis.

Misalnya, di perempatan Jalan Gatot Subroto, Jalan Pangeran Antasari, Jalan S Parman, Jalan Jenderal Sudirman, hingga perempatan Jalan Lambung Mangkurat.

Padahal sebelumnya, pada pagi hari, belum nampak satu pun pengemis yang mangkal.

Terpisah. Dimintai tanggapan terkait maraknya pengemis jalanan bahkan hingga melibatkan anak-anak, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Banjarmasin, Iwan Fitriady, justru mengatakan bahwa itu bukan ranah pihaknya.

Melainkan ranah Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin.

Padahal bila ditinjau dari misi Dinas P3A Kota Banjarmasin, salah satunya adalah memperbaiki kualitas hidup perempuan dan anak dalam berbagai bidang.

Lebih lanjut, Iwan Fitriady lantas mengatakan bahwa tugas dan fungsi dinasnya, lebih kepada penanganan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dalam artian, tugasnya hanya mencegah terjadinya kekerasan, atau menangani kekerasan yang sudah terjadi.

“Memang secara umum di dinas ini menangani perempuan dan anak. Tapi untuk secara khusus membina mereka belum ada. Tetapi kalau misalnya ada upaya penertiban dari dinas terkait, kami siap bila diperlukan,” bebernya.

Tanggapan berbeda datang dari Kadinsos Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto. Ia mengaku pihaknya selalu berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal penanganan.

Ia juga menepis tudingan bahwa ada warga yang tak mampu mengaku tak pernah mendapatkan bantuan pemerintah.

“Kalau ditanya pernah dapat bantuan atau tidak, maka kami harus cek dulu di database melalui identitas penduduk yang bersangkutan. Apakah mereka sudah masuk DTKS/BDT atau belum, apabila sudah masuk dalam data tersebut maka yang bersangkutan telah menerima bantuan, baik bantuan PKH atau BPNT,” paparnya.

Iwan pun menambahkan, bantuan yang diberikan tidak serta merta memenuhi kebutuhan mereka. Tetapi paling tidak, mengurangi pengeluaran mereka terhadap kebutuhan pokok.(SU)

 284 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: