MANTAN OKNUM Pejabat Tilep Dana BRI Unit A Yani Banjarmasin, Diganjar 5 Tahun Penjara

MANTAN OKNUM Pejabat Tilep Dana BRI Unit A Yani Banjarmasin, Diganjar 5 Tahun Penjara

SuarIndonesia – Mantan okum pejabat, tilep dana BRI (Bank Rakyat Indonesia) Unit A Yani Banjarmasin, diganjar 5 tahun penjara.

Majelis hakim menyampaikan vonis tersebut, pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Selasa (24/8/2021).

Berdasarkan perhitungan BPKP terdapat kerugian negara sebesar Rp1.594.731.690, yang dilakukan mulai tahun 2015-2018.

Vonis tiga tiga terdakwa, lebih rendah dari tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum).

Untuk terdakwa mantan Kepala Unit, Wahyu Krisnayanto, oleh Majelis Hakim dipimpin M Yuli Hadi, memvonis selama 5 tahun penjara, sementara tuntutan 8 tahun penjara.

Wahyu juga dibebani membayar denda Rp 200 juta subsidair 2 bulan penjara, sedangkan pada tuntutnya denda Rp 300 juta subsidair selama tiga bulan.

Untuk uang pengganti majelis menetapkan Rp 609 juta lebih bila tak dapat membayar maka kurungannya bertambah selama 18 bulan.

Sementara JPU masalah uang pengganti sebesar Rp 800 juta lebih bila tak membayar kurungan bertambah 4 tahun, enam bulan.

Dua terdakwa lainnya adalah Muhamad Yanuar divonis empat tahun dan enam bulan, sementara JPU menuntut selama 7 tahun, enam bulan.

Denda ditetapkan Rp 200 juta subsidair dua bulan kurungan, sementara JPU mendenda Rp 300 juta subsidair tiga bulan.

Untuk uang pengganti majelis menetapkan Rp 534 juta lebih bila tidak dibayar kurungan bertambah satu tahun, JPU menuntut uang pengganti Rp 554 juta lebih bila tak dapat membayar maka ganjaran hukumannya bertambah empat tahun

Sedangkan terdakwa Budi Nugraha di vonis selama empat tahun, JPU menuntut selama 7 tahun, enam bulan.

Sementara denda ditetapkan Rp200 juta subsidair selama dua bulan, JPU menenda Rp300 juta subsidair tiga bulan. Sedangkan uang pengganti ditetapkan Rp240 juta lebih bla tidak membayar diganjar enam bulan kurungan.

Sementara JPU menetapkan Rp140 juta bila tak dapat membayar ganjaran hukuman bertambah tiga tahun dan sembilan bulan
Majelis hakim menyampaikan vonis tersebut, pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Selasa (24/8).

Atas putusan tersebut ketiga terdawa langsung menyatakan pikir pikir, begitu juga JPU yang dikomandoi langsung Kasi Pidsus Kejari Banjarmasin, Arife Ronaldi.

Majelis sependapat dengan JPU kalau ketiga terdakwa yang disidang secara terpisah dan virtual tersebut melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, jo pasal 64 ayat 1 KUHP, seperti pada dakwaan primairnya.

Diketahui, para terdakwa yang merupakan karyawan ada Bank BRI Unit A Yani Banjarmasin tersebut melakukan korupsi dengan modus membuat kredit fiktif

Dari program Kredit Usaha Rakyat.
Menurut dakwaan, ketiga terdakwa didakwa bekerjasama membuat kredit fiktif untuk keperluan pribadi mereka.

Ketiga terdakwa dalam menjalankan modus untuk menggerogoti uang tempatnya bekerja dengan membuat dokumen yang tidak benar seolah olah ada nasabah yang mendapat kredit, tetapi ini hanya fiktif. (ZI)

 939 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: