MANTAN Buruh Pabrik yang Termaafkan dari Perkara Dihadapinya

SuarIndonesia – Angga Ismawahyudi (32) mantan buruh pabrik yang termaafkan dari perkara dihadapinya.

Angga adalah warga Dusun Pandelegan RT.01 – RW.07, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaaten Pasuruan dan merupakan seorang mantan buruh pabrik yang harus mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) oleh perusahaan sejak tahun 2021 akibat pandemi Covid-19.

Akibat PHK, Angga merupakan tulang punggung keluarga merasa sulit memenuhi kebutuhan keluarganya hingga akhirnya mencoba untuk membuka usaha ternak lele.

Namun usaha yang dijalaninya tidak selamanya untung sehingga sebagian atau seluruhnya modal digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya.

Di saat dirinya membutuhkan modal untuk membeli pakan lele dan melintas di Jalan Raya Kejapanan – Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan  melihat ada mobil box terparkir di pinggir jalan yang tengah ditinggal sebentar oleh pengemudi dan keneknya untuk menurunkan barang di salah satu toko.

Dalam mobil tersebut, Angga melihat dua buah handphone, kemudian diambilnya. Namun diketahui pemiliknya dan dilaporkan kepada pihak berwajib.

Angga ditetapkan sebagai tersangka yang disangkakan melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian, dan berkas perkaranya pun dilimpahkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan.

Menyadari perbuatannya yang salah, tersangka beserta keluarga berinisiatif untuk meminta maaf kepada Korban dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya kembali.

Mendengar kronologis kejadian tersebut dan melihat niat baik tersangka, menggugah niatan teguh hati Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan H. Ramdhanu  Dwiyantoro, Kasi Pidum, Erick Herlambang  SH serta Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara, Dimas Rangga Ahimsa, S.H, untuk dapat memfasilitasi dalam upaya perdamaian dan proses perdamaian melalui mediasi penal.

Pada Jumat (27/6/2022)  bertempat di Rumah Restorative Justice Sakera Gemuyu-Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, dimediasi.

Saat itu, Fathur Rozi, selaku pemilik mobil box berbesar hati memaafkan perbuatan tersangka dan menerimanya dengan ikhlas tanpa syarat sehingga tercapai kesepakatan perdamaian.

Usai tercapai kesepakatan perdamaian, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan mengajukan permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Setelah mempelajari berkas perkara tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Mia Amiati sependapat untuk dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dan mengajukan permohonan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum.

Kini Angga telah bebas tanpa syarat usai permohonan yang diajukan disetujui oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana melalui ekspose secara virtual.

Angga pun dapat kembali menjalankan aktifitasnya sehari-hari dan melanjutkan usahanya beternak ikan lele guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga. (*/ZI)

 

 233 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!