MAKLUMAT KARHUTLA dan Kapolda Kalsel Ingatkan Jika Nekad Tak Hanya Kurungan Tapi Juga Diancam Denda Hingga Rp 15 M

MAKLUMAT KARHUTLA dan Kapolda Kalsel Ingatkan Jika Nekad Tak Hanya Kurungan Tapi Juga Diancam Denda Hingga Rp 15 M
Kapolda Kalsel dan jajaran sebelumnya periksa embung dan saluran air lainnya di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar,  kaitan antisipasi jika terjadi karhutla

SuarIndonesia – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H. mengeluarkan Maklumat terkait larangan melakukan pembakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Maklumat ini sebagai langkah antisipasi agar warga tidak membakar hutan dan lahan seperti yang kerap terjadi pada musim kemarau.

Bahkan dalam Maklumat Nomor: Mak/01/VIII/2020 tertanggal 12 Agustus 2020 tersebut, sanksi hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai Undang-undang yang berlaku, hukum maksimalnya 12 hingga 15 tahun penjara.

“Tidak hanya kurungan bagi mereka yang masih nekad membakar hutan dan lahan, juga diancam denda hingga Rp 15 Miliar.

Kita tidak ingin Provinsi Kalsel terjadi karhutla yang merupakan perbuatan kejahatan tindak pidana,” tegasnya.

Karena menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup, gangguan kesehatan, transportasi dan terganggunya aktivitas manusia.

“Belum lagi dampak perekonomian yang akan dialami,” tandas kapolda  diwakili Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol M Rifa’i., S.I.K.

Karena itu, Polda Kalsel dan Polres Jajaran akan menindak tegas pelaku yang masih nekad.

Selanjutnya, dia berharap semua pihak mendukung upaya pencegahan bencana Karhutla di Bumi Lambung Mangkurat.

“Mari dukung upaya-upaya pencegahan. Jangan sampai terjadi kabut asap seperti beberapa tahun lalu,” tambah  Kombes Pol M Rifa’i.

Kabid Humas menegaskan pihaknya akan melakukan semua cara untuk mencegah terjadinya Karhutla.

Bersama TNI, Pemerintah Daerah (Pemda) dan stakeholder lainnya, Polda Kalsel dan Polres Jajaran berupaya agar Karhutla tidak terjadi.

Maklumat Kapolda Kalsel itu mengatur 5 (Lima) hal tentang larangan pembakaran hutan dan lahan di Kalsel, hingga sanksi yang akan diberikan kepada pelaku.

Salah satu poin menekankan proses hukum yang tegas bagi pembakar lahan, baik personal maupun perusahaan atau korporasi.

Menurutnya, edukasi ke masyarakat harus gencar dilakukan sebelum Karhutla melanda. Upaya hukum disebutnya sebagai langkah terakhir yang akan diambil oleh pihak Kepolisian.

“Maka kita lakukan sosialisasi, edukasi kepada masyarakat, pemilik perkebunan dan korporasi, agar ikut berupaya mencegah Karhutla.

Salah satunya dengan mengembangkan Kampung Tangkal Karhutla dengan membentuk relawan peduli lingkungan,” tegasnya.

Ratusan personil pun disiagakan dan ditempatkan di wilayah rawan Karhutla guna mengawasi dan mengedukasi masyarakat agar tidak membakar lahan.

“Polres-Polres di daerah kita minta bersiap cegah Karhutla. Sejauh ini telah ada 11 Polres di daerah terpantau hotspot / titik panas yang telah kita instruksikan untuk menangani dan mencegah Karhutla tahun ini,” pungkas Kombes Pol M Rifa’i. (ZI)

 313 total views,  1 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: