MACET! Pasca Jembatan Alalak I Lama Ditutup

MACET! Pasca Jembatan Alalak I Lama Ditutup

SuarIndonesia – Ditutupnya operasional Jembatan Alalak I yang lama membuat pengguna jalan yang ingin menuju wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali harus melalui Jembatan Alalak II.

Padahal sebelumnya warga Banjarmasin yang ingin menuju ke arah Batola menggunakan Jembatan Alalak I. Namun seperti diberitakan sebelumnya, oprit dan badan jembatan tersebut akan dibongkar secara menyeluruh.

Alhasil, lalu lintas yang awalnya terpecah menjadi dua jalur, kini kembali digabung. Sehingga penumpukkan kendaraan pun kembali terjadi di ruas Jalan Tembus Perumnas ke arah Jembatan Alalak II.

Dari pantauan di lapangan pada Kamis (8/7/2021) siang sekitar pukul 12.00 WITA, kemacetan tersebut terjadi akibat adanya pengguna motor yang masih nakal dengan melawan aturan lalu lintas di ruas jalan sana. Padahal Jalan Cemara Ujung dan Jalan Tembus Perumnas itu hanya digunakan satu arah.

Hal itu dibenarkan oleh Syamsul Bahri, salah satu warga yang bekerja di salah satu bengkel rolling door di Jalan Cemara Ujung itu mengatakan, kemacetan terjadi setiap kali jam sibuk.

“Pagi sekitar jam 7.30 dan sore sekitar jam 4 itu sudah mulai macet,” ungkapnya.

Menurut warga yang tinggal di salah satu komplek perumahan di wilayah Handil Bakti itu, kemacetan terjadi akibat adanya pengendara motor yang dengan sengaja melawan arus.

“Yang melawan arus itu jelas mengganggu kelancaran lalu lintas di sini. Karena tak sedikit pengendara yang terhalang jalannya gara-gara pengendara motor nakal itu. Baik di Jalan Tembus Perumnas atau Jalan Cemara Ujung. Padahal sudah ada rambu-rambunya. Tapi tetap saja ada yang melanggar,” bebernya.

Lantas, apakah tidak ada petugas Dinas Perhubungan atau Kepolisian yang berjaga?

Dibeberkan Syamsul, petugas berjaga hanya pada waktu jam-jam sibuk saja, misalnya ketika pagi dan sore. Namun saat siang hari, tak ada satu pun petugas pengatur lalu lintas yang berjaga di sana.

“Makanya banyak yang melawan arus kalau siang begini,” cetusnya.

Karena itu, ia berharap kemacetan yang sering terjadi di Jalan Cemara Ujung dan Tembus Perumnas ini bisa segera teratasi.

“Tentu kami ingin jalan di sini lancar. Supaya kami bisa beraktivitas seperti biasanya tanpa bertemu kemacetan,” harapnya.

Hal berbeda diungkapkan oleh Ijo, supir mobil Pick-up asal Desa Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala ini memang sedikit kesal setiao kali lewat Jalan Cemara ujung ataupun ketika melewati Jalan Tembus Perumnas.

“Selain macet, median jalan yang baru diletakkan di pertigaan Jembatan Alalak II ini terlalu panjang. Jadi kami pengendara mobil merasa tikungannya terlalu tajam,” tukasnya.

Ijo hanya ingin median jalan yang ada disana bisa lebih dipendekkan agar supir yang lewat disini bisa leluasa membanting setir untuk membelokkan mobilnya ke arah Jalan Cemara.

“Lebih baik diangkat saja itu, tikungannya jadi lebih patah,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Fendie mengatakan, pengalihan arus lalu lintas seperti awal ditutupnya Jembatan Alalak I tersebut dikarenakan adanya pengerjaan jembatan Alalak I yang baru.

Ia menjelaskan, jembatan yang sering disebut warga dengan nama Jembatan Kayutangi Ujung itu rencananya akan dilakukan pembongkaran oprit. Hal Itu dilakukan terkait dengan penyelesaian proyek jembatan Alalak 1 yang baru.

“Kita akan tutup total mulai Kamis (8/7/2021). Karena jembatan Alalak 1 dibongkar oprit sekaligus jembatanya untuk penuntasan jembatan yang dibuat,” ucap, Fendie, saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Rabu, (7/7/2021) siang

Alhasil, pihaknya pun akan mengembalikan arus lalu lintas satu arah dari Kota Banjarmasin menuju Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan satu jalur dari arah Batola menuju Banjarmasin melalui Jalan Cemara.

“Kembali seperti semula. Kita juga batasi tonase mobil yang boleh lewat hanya sampai 6 ton. Sesuai ketentuan semula,” katanya.

Disinggung apakah ada simulasi untuk penutupan arus lalu lintas besok? Fendie mengaku pihaknya sudah mensosialisasikan hal itu melalui sosial media.

Disinggung apakah ada simulasi untuk penutupan arus lalu lintas besok? Fendie mengaku pihaknya sudah mensosialisasikan hal itu melalui sosial media.

“Sejak rapat kemarin kita sudah sosialisasi lewat medsos. Dilanjutkan sosialisasi tertulis dan dipampang di pinggir jalan kawasan arah Batola dari Banjarmasin,” tuturnya.

Pihaknya juga akan menempatkan petugas yakni Dishub Kota Banjarmasin dan dibantu petugas Lantas Polresta Banjarmasin, untuk pengaturan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

“Petugas Kepolisian dan Dishub nanti standby aja di jam sibuk atau padat, seperti pagi dan sore,” pungkasnya. (SU)

 270 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: