KPK OTT Hakim dan Panitera Pengadilan Negeri

KPK OTT Hakim dan Panitera Pengadilan Negeri

Suarindonesia – Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi senyap kali ini tim lembaga antirasuah menangkap hakim dan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan OTT terhadap hakim dan panitera PN Jaksel. Agus menyebut ada sekitar enam orang yang ditangkap, termasuk hakim dan panitera.

“Benar ada giat tadi malam sampai dini hari, di Jakarta. Sudah diamankan enam orang,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (28/11).

Agus mengatakan OTT terhadap enam orang itu terkait penanganan perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, Agus tak menyebut berapa jumlah uang yang ikut diamankan dalam OTT tersebut.

“Terkait dengan penanganan perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” ujarnya.

Agus menyatakan bahwa pihaknya memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut. Saat ini para pihak yang diamankan telah berada di Gedung KPK, untuk menjalani pemeriksaan awal.

Saat dikonfirmasi, Humas PN Jaksel Achmad Guntur belum bisa menjawab panggilan telepon CNNIndonesia.com.

Sementara itu juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, uang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim dan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) sekitar Sin$45 ribu. Uang itu diduga pemberian untuk hakim dan panitera.

“Ada sejumlah uang dalam bentuk dolar Singapura yang juga turut dibawa sebagai barang bukti dalam perkara ini. Uang yang diamankan sekitar Sin$45 ribu,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Rabu (28/11).

Febri mengatakan selain menangkap hakim dan panitera PN Jaksel, tim penindakan KPK juga mencokok pengacara. Total sekitar enam orang yang ditangkap saat operasi senyap dilakukan pada malam hingga dini hari tadi.

Menurut Febri, uang dalam pecahan mata uang asing yang turut diamankan itu diduga terkait penanganan perkara perdata di PN Jaksel. Namun, Febri belum mau merinci perkara perdata apa yang diduga akan diamankan itu.

“Kami menindaklanjuti informasi yang didapatkan diduga akan terjadi transaksi terkait penanganan perkara di PN Jakarta Selatan,” ujarnya.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut. Saat ini para pihak yang diamankan telah berada di Gedung KPK, untuk menjalani pemeriksaan awal.

“Jadi belum bisa disampaikan siapa saja pihak yang dibawa tersebut,” ujarnya. (CNNIndonesia/RA)

 216 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: