Koperasi Mampu Berkontribusi pada Produk Domestik Bruto

Koperasi Mampu Berkontribusi pada Produk Domestik Bruto

Suarindonesia – Program pengembangan koperasi selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kallamampu berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Hingga 2017, kontribusi PDB koperasi meningkat menjadi 4,48% dari sebelumnya pada 2014 hanya 1,71%.

Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga, mengatakan peningkatan kontribusi PDB koperasi tersebut tak lepas dari keberhasilan Kemenkop UKM untuk menggulirkan program reformasi total koperasi yang dijabarkan melalui tiga langkah strategis. Adapun tiga langkah strategis tersebut antara lain reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan koperasi.

“Jadi kita arahkan ke depannya, koperasi bisa berkualitas. Jika koperasi tak berkualitas mungkin PDB koperasi juga tak meningkat dan akan jalan di tempat saja. Meningkatnya PDB koperasi ini berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Puspayoga.

Diangkum pada detik.com, ia mengatakan bahwa reorientasi saat ini yaitu mengubah paradigma pemberdayaan koperasi dari kuantitas menjadi kualitas baik. Adapun aspek yang difokuskan yaitu kelembagaan, usaha, maupun keuangan.

Oleh karena itu, pembina koperasi di pusat, provinsi, kabupaten/kota serta para pemangku kepentingan pemberdayaan koperasi untuk bisa mulai menggerakkan pembangunan koperasi yang berkualitas.

Selain itu, rehabilitasi dengan pembuatan data base koperasi berbasis Online Data System (ODS) di seluruh Indonesia menjadi focus Kemenkop UKM. Hal ini digunakan sebagai dasar penyusunan program pembenahan koperasi, yang diikuti langkah pembubaran terhadap 40.013 unit koperasi dan 19.843 unit koperasi yang saat ini dalam tahap kurasi dan rekonsiliasi data.

Sedangkan untuk pengembangan koperasi, Kemenkop UKM akan meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh serta setara dengan badan usaha lainnya. Hal ini dilakukan melalui regulasi yang kondusif, perkuatan SDM kelembagaan, pembiayaan, pemasaran dan kemajuan teknologi.

Kontribusi empat tahun reformasi total koperasi juga bisa dilihat dari banyaknya koperasi yang telah bertransformasi menjadi badan usaha berdaya saing tinggi. Seperti Kospin Jasa Pekalongan, Koperasi Telekomunikasi Selular (Kisel), Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG), KSPS BMT UGT Sidogiri Indonesia, dan Koperasi Kredit Kubu Gunung.

“Kita harus konsisten mengawal reformasi total koperasi sesuai arahan Presiden Jokowi. Jadi kita arahkan betul ke depannya koperasi bisa berkualitas,” katanya.

Untuk meningkatkan kontribusi PDB koperasi, Kemenkop UKM tak hanya fokus melakukan reformasi total koperasi, tapi juga mendorong tumbuhnya koperasi produksi, konsumen, dan jasa di Tanah Air. Tujuannya agar pengembangan koperasi lebih beragam, tidak hanya didominasi oleh koperasi simpan pinjam (KSP).

“Jadi kita mendorong koperasi produksi agar terus bertambah. Tidak hanya KSP karena KSP sudah banyak. Koperasi produksi harus kita dorong kemudian koperasi konsumen dan jasa, sehingga pertumbuhan PDB meningkat setiap tahunnya,” tutupnya.

Pada 2014 jumlah koperasi mencapai 212.570 unit. Dalam perkembangannya, hingga 2017 telah dibubarkan sebanyak 40.013 unit koperasi. Saat ini jumlah koperasi aktif sebanyak 152.714 unit dan yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebanyak 80.008 unit. (AR/detik.com)

 171 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: