SuarIndonesia — Militer Israel mengklaim 15 anggota Hizbullah tewas dalam serangan udaranya yang menghantam wilayah Lebanon bagian selatan. Kelompok Hizbullah, yang didukung Iran, menyebut pasukannya telah menggagalkan penyerbuan pasukan Tel Aviv di perbatasan.
Militer Israel, seperti dikutip detikNews dari AFP, Kamis (3/10/2024), mengumumkan serangannya menghantam area Bint Jbeil di Lebanon bagian selatan, area yang mengalami kerusakan parah dalam perang melawan Tel Aviv tahun 2006 lalu. Disebutkan oleh militer Israel bahwa 15 petempur Hizbullah tewas dalam serangan tersebut.
Belum ada tanggapan langsung dari Hizbullah atas klaim Israel ini.
Perintah evakuasi kembali dirilis oleh militer Israel, yang mengimbau warga sipil Lebanon untuk mengungsi dari sekitar 25 desa di area selatan negara tersebut.
Hizbullah, dalam pernyataan terpisah, menyebut pasukannya bertempur melawan pasukan Israel yang berusaha menyusup ke area Gerbang Fatima, titik lainnya di sepanjang perbatasan Lebanon.
Disebutkan juga oleh Hizbullah bahwa para petempurnya menembakkan rentetan roket ke kota Tiberias di Israel sebagai respons atas pengeboman terhadap “kota, desa dan warga sipil” di Lebanon.
Serangan terus berlangsung sejak Israel mengumumkan, pada pekan ini, dimulainya operasi darat secara terbatas di wilayah Lebanon bagian selatan, yang merupakan markas kuat Hizbullah. Operasi darat itu dilancarkan Tel Aviv setelah menggempur Lebanon selama beberapa pekan.
Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, rentetan pengeboman Israel telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan memaksa ratusan ribu orang lainnya mengungsi dari rumah-rumah mereka.
Pada Kamis (3/10) pagi, Israel melancarkan serangan udara mematikan terhadap area pusat Beirut, setelah mengumumkan delapan tentaranya tewas dalam pertempuran melawan Hizbullah di dekat perbatasan.
Otoritas Lebanon melaporkan serangan Israel di Beirut itu menghantam fasilitas penyelamatan layanan darurat yang dikelola oleh Hizbullah dan menewaskan tujuh pekerja di sana.
8 Tentara Israel Tewas
Sementara itu, Israel mengumumkan delapan tentaranya tewas dalam pertempuran melawan kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon bagian selatan. Pertempuran ini terjadi saat pasukan Tel Aviv menyerbu Lebanon dalam apa yang disebut sebagai “operasi terbatas” menargetkan Hizbullah.

Kematian delapan tentara itu, seperti dikutip detikNews dari AFP, Kamis (3/10/2024), merupakan kerugian paling mematikan bagi Israel sejak konflik meningkat dengan Hizbullah, terutama di perbatasan, selama setahun terakhir.
Hizbullah, pada Rabu (2/10), mengatakan para petempurnya terlibat bentrokan darat untuk pertama kalinya sejak pasukan Israel menyusup ke Lebanon. Diklaim oleh Hizbullah bahwa pasukannya berhasil menghancurkan tiga tank Merkava milik Israel dengan roket di dekat kota perbatasan Maroun al-Ras.
Warga AS Tewas dalam Serangan Udara Israel di Lebanon
Dan seorang warga negara Amerika Serikat (AS) tewas dalam serangan udara Israel di wilayah Lebanon. Pihak keluarga menyebut pria AS bernama Kamel Ahmad Jawad itu sedang berusaha “menyelamatkan nyawa-nyawa tidak bersalah” di Lebanon saat salah satu gempuran militer Tel Aviv menghantamnya.

Warga AS yang tewas itu, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Kamis (3/10/2024), berasal dari Dearborn, Michigan. Anak perempuannya dan teman-temannya menyebut Jawad tewas dalam serangan udara Israel yang melanda Lebanon beberapa hari terakhir.
Kematian Jawad dikonfirmasi oleh kantor anggota DPR AS Rashida Tlaib, dari Partai Demokrat, pada Rabu (2/10) waktu setempat. Disebutkan oleh kantor Tlaib bahwa Jawad merupakan seorang warga negara AS dan merupakan salah satu konstituen Tlaib, yang seorang anggota DPR keturunan Palestina-Amerika.
Anak perempuan Jawad, Nadine, dalam pernyataannya menyebut sang ayah tewas dalam serangan Israel di Lebanon pada Selasa (1/10) ketika “berupaya menyelamatkan nyawa-nyawa orang tidak bersalah”.
Dia menambahkan bahwa di hari-hari terakhirnya, Jawad memilih untuk tinggal di dekat rumah sakit di Lebanon untuk membantu para lansia dan orang-orang penyandang disabilitas.
Gedung Putih, dalam pernyataannya, menyebut kematian Jawad sebagai “tragedi”.
“Kami sangat sedih atas kematian Kamel Ahmad Jawad dan hati kami tertuju kepada keluarga dan teman-temannya. Kematiannya adalah sebuah tragedi, begitu pula kematian banyak warga sipil di Lebanon,” ucap juru bicara Gedung Putih dalam pernyataannya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















