JAKSA Masuk Desa, Ini Disarankan untuk Menciptakan Harmonisasi dan Menekan Konflik

JAKSA Masuk Desa, Ini Disarankan untuk Menciptakan Harmonisasi dan Menekan Konflik

SuarIndonesia – Jaksa masuk desa, ini sisarankan untuk menciptakan harmonisasi dan menekan konflik.

Ini disarankan Jaksa Agung Muda Intelijen, Amir Yanto kepada jajaran Bidang Intelijen Kejaksaan RI, untuk melakukan penyuluhan dan penerangan hukum dengan program Jaksa Masuk Desa (JMD).

Menurutnya, dengan adanya program Jaksa Masuk Desa (JMD) dapat menciptakan harmonisasi dan menekan konflikdi desa.

“Diharapkan setiap satuan kerja untuk melakukan program ini secara berkala guna menekan konflik di masyarakat serta angka kriminalitas.

Sehingga kehadiran Jaksa di masyarakat selain membangun kepercayaan publik juga menjadi role model bahwa penegakan hukum di masyarakat ada dan nyata untuk dilakukan,” ujarnya lagi.

Ia juga menitikberatkan pada isu tahun politik di Indonesia saat ini, dan oleh karenanya berpesan agar para Jaksa waspada dalam penanganan perkara dan membuat perkiraan keadaan (kirka) terhadap Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT).

“Untuk itu, setiap satuan kerja melakukan laporan berkala kepada para Pimpinan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan untuk mengambil kebijakan terhadap kondisi saat ini,” ujarnya.

Selanjutnya berharap seluruh jajaran Intelijen baik di pusat maupun di daerah untuk lebih mengoptimalkan kinerjanya.

Sehingga penyerapan anggaran tahun 2022 dapat tercapai sesuai target dan mempersiapkan diri mendukung kebijakan Pemerintah dalam mewujudkan peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan Tahun 2023.

“Bidang Intelijen selaku “Indera Adhyaksa” dan selaku “Indera Negara” harus senantiasa menjalankan perannya sebagai Mata dan Telinga” pimpinan untuk terus menerus melakukan deteksi dini serta memberikan informasi aktual dan obyektif kepada Pimpinan.

“Aparat intelijen harus melakukan pembaruan pandanganmelalui  perubahan  cara berpikir (mindset), budaya kerja (culture set) dan perilaku(behaviour) sebagai aparat Intelijen Kejaksaan dengan menitik beratkan pelaksanaan fungsi intelijen pada penegakan hukum  untuk tindakan preventif,” jelasnya.

Apresiasi ini disampaikan pada kunjungan kerja virtual Jaksa Agung RI beserta jajaran dalam rangka evaluasi kinerja dan Halal Bihalal pada Senin (9/5/2022). (*/ZI)

 

 

 100 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!