JAKSA AGUNG MUDA Setujui Permohonan Penghentian Penuntutan Tersangka Perkara ITE

Bagikan :
JAKSA AGUNG MUDA Setujui Permohonan Penghentian Penuntutan Tersangka Perkara ITE
Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI,  Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH

SuarIndonesia -Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Dr. Fadil Zumhana melakukan menyetujui Permohonan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Perkara Tindak Pidana entang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)., Rabu (12/1/2022).

“Ini atas nama tersangka M. Jafar dari Kejaksaan Negeri Aceh Utara yang disangkakan melanggar Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI,  Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH.

Dikatakan,pada Sabtu 15 Mei 2021 sekira pukul 22:00 WIB, bermula pada upaya penyelesaian perselisihan dan permasalahan antara saksi Trisno dan Mulem terkait penebangan pohon oleh saksi Mulem yang menimpa dan merusak tanaman milik saksi Trisno.

Namun tidak dapat terselesaikan karena ada yang mengompori agar saksi Trisno pindah dari desa, namun masalah tersebut berhasil diselesaikan dan didamaikan di Polsek Nisam.

Lalu pada Minggu 16 Mei 2021, saksi Ibnu Basir melihat postingan tersangka M. Fajar yangf menulis postingan di akun Facebook miliknya yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik saksi Trisno yang masih dihubung-hubungkan dengan kejadian saksi Trisno dan Muslem.

Adapun alasan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan antara lain, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana;

Pasal yang disangkakan tindak pidananya diancam pidana tidak lebih dari 5 (lima) tahun;

Telah ada kesepakatan perdamaian antara Tersangka dengan korban pada tanggal 30 Desember 2021 (RJ-7);

Tahap II dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2021 dihitung kalender 14 (empat belas) harinya berakhir pada tanggal 12 Januari 2022.

Korban dan keluarganya merespons positif keinginan Tersangka untuk meminta maaf/berdamai dengan korban dan tidak akan mengulangi kembali perbuatannya, serta korban telah memaafkan.

Selain kepentingan korban, juga dipertimbangkan kepentingan pihak lain yaitu dimana Tersangka masih memiliki masa depan yang panjang dan lebih baik lagi kedepannya. (*/ZI)

 

 110 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!