JADI SOROTAN Pakar Covid-19 ULM, Sanksi Bagi Penolak Vaksin

- Penulis

Minggu, 7 Maret 2021 - 22:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Beberapa hari yang lalu, Dinkes Kota Banjarmasin baru saja mensosialisasikan program vaksinasi Cobid-19 yang saat ini juga tengah gencar dijalankan oleh masing-masing Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia.

Sosialisasi tersebut juga memberitahukan bahwa adanya sanksi bagi warga yang menolak untuk divaksin. Hal itu menjadi perhatian oleh anggota Tim Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, dari Bidang Antropologi Budaya, Nasrullah.

Dosen di Program Studi (Prodi) Pendidikan Sosiologi dan Antropologi (Sos-Antro) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM Banjarmasin itu menekankan bahwa ancaman atau penjatuhan sanksi bukanlah bahan utama untuk disosialisasikan.

Ia menilai, tantangan penting adalah bagaimana cara menjalankan sosialisasi yang persuasif dan humanis, agar mampu menyadarkan agar masyarakat mau divaksin.

“Maka sembari vaksinasi berlangsung, kita harus terus menggencarkan sosialisasi melalui media massa dan media sosial,” katanya melalui keterangan tertulisnya, Minggu (7/3) siang.

Kemudian, pria dengan sapaan Inas itu menambahkan, orang-orang yang telah divaksin dinilai mampu menjadi agen perubah mindset warga bahwa suntik vaksin itu hanya perlu waktu sekian detik saja.

“Terlebih lagi jika yang divaksin dari kalangan tokoh agama, ulama, pendeta. Sehingga mereka bisa menyampaikan kepada jamaah masing-masing berdasarkan pengalaman yang dialaminya usai bervaksin,” tambahnya.

Tidak hanya itu, mantan Jurnalis di salah satu media cetak di Kalimantan Selatan itu menegaskan bahwa perlunya vaksinator atau petugas yang menyuntikkan vaksin memang benar-benar menguasai teknik injeksi.

“Khususnya secara performance, agar tidak menimbulkan rasa takut, tapi justru membuat perasaan menjadi nyaman,” imbuhnya.

Kendati demikian, Nasrullah tak menampik bahwa proses mengajak seseorang untuk ikut menjalani vaksin Covid-19 itu tidaklah mudah.

“Bisa jadi sebagian warga ada yang melakukan penolakan, justru tantangan kita adalah bagaimana masyarakat rela untuk divaksin,” tulisnya.

Menurutnya, penolakan vaksinasi tersebut sebenarnya bisa dilihat dari berbagai penyebab. Pertama, bukan karena vaksinasi, tapi warga memang takut disuntik. Maka tanpa divaksin pun, mendengar akan disuntik yang bersangkutan bisa jadi ketakutan.

Baca Juga :   KAPOLDA KALSEL Bersama Ratusan Driver Online hingga Sampaikan Peluang Kerja di Jepang

“Sebenarnya, faktor mindset yang jauh ditanam dalam benak kita sejak lama. Dokter dalam wujud orang berkacamata apalagi membawa tas tenteng, ada stetoskop melingkar di leher, jadilah ia sebagai sosok yang ditakuti,” bebernya.

“Apalagi ditambah adanya orangtua yang menakut-nakuti anak nakal diucapkan kalimat untuk menakut-nakuti dengan kalimat awas ada dokter, nanti kamu disuntik! Ini akan menambah rasa takut,” tukasnya.

Kedua, adanya orang yang tidak mau divaksin dikarenakan karena lebih dahulu mendapatkan informasi yang tidak berimbang. Biasanya dikarenakan kabar hoaks yang juga berisi kecurigaan, rasa takut berlebih dan dampak buruk vaksin.

“Kebanyakan ini dikarenakan kemampuan literasi yang masih rendah sehingga daya saring dan daya serap informasi yang akurat menjadi lemah,” tuturnya.

Hal Ketiga yang menjadi faktor adanya penolakan vaksin di masyarakat dikarenakan informasi jangan sampai tidak konsisten.

Seperti informasi saat awal terjadinya pandemi Covid-19, penggunaan masker hanya bagi yang sakit, kemudian masker wajib untuk semua.

“Informasi seperti ini akan membingungkan dan yang dipahami publik ada ketidakkonsistenan informasi,” tegasnya.

Karena itu, Nasrullah berharap instansi yang bersangkutan harus mampu menyampaikan informasi tentang manfaatnya atau uji coba dari vaksin yang telah dilakukan tersampaikan dengan benar.

“Sehingga layak untuk digunakan harus mampu meyakinkan masyarakat luas,” tuturnya.

Selain itu, Informasi terkait prosedur vaksinasi juga penting, sebab ada juga warga yang sebaliknya yang “kahandakan” (ingin segera) divaksin.

Ia menilai, bahwa kelompok tersebut perlu diakomodasi, setidaknya mendapatkan kepastian jadwal divaksin.

“Yang jelas, kita harus sukseskan vaksinasi anti Covid-19 secara humanis kepada masyarakat,” tutupnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TANGGULlANGI Karhutla di Kalsel, Pemerintah Keluarkan Inpres Larangan Membakar
PEMERINTAH PUSAT Siapkan 100 Miliar dan Dua Pesawat Tangani Karhutla di Kalsel
WAH ! Lokasi RSJ Sambang Lihum Dikepung Asap Karhutla, Ratusan Pasien Dievakuasi
SEMBILAN KORBAN Diterbangkan Menggunakan Helikopter Basarnas HR 3601 Menuju Banjarmasin
“BOTASUPAL” Musnahkan Uang Palsu di Kalsel
SATU KORBAN KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan, Operasi SAR Masih Berlanjut
DOA BERSAMA di Hari Lalu Lintas, Polda Kalsel Empati Korban Km Virgo
SURI SETYANINGSIH: Yakin Jasad yang Ditemukan di Kalteng Suaminya

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:23

TANGGULlANGI Karhutla di Kalsel, Pemerintah Keluarkan Inpres Larangan Membakar

Rabu, 23 September 2026 - 22:07

WAH ! Lokasi RSJ Sambang Lihum Dikepung Asap Karhutla, Ratusan Pasien Dievakuasi

Rabu, 23 September 2026 - 21:43

SEMBILAN KORBAN Diterbangkan Menggunakan Helikopter Basarnas HR 3601 Menuju Banjarmasin

Rabu, 23 September 2026 - 21:34

“BOTASUPAL” Musnahkan Uang Palsu di Kalsel

Rabu, 23 September 2026 - 15:31

SATU KORBAN KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan, Operasi SAR Masih Berlanjut

Rabu, 23 September 2026 - 00:13

DOA BERSAMA di Hari Lalu Lintas, Polda Kalsel Empati Korban Km Virgo

Selasa, 22 September 2026 - 21:27

SURI SETYANINGSIH: Yakin Jasad yang Ditemukan di Kalteng Suaminya

Selasa, 22 September 2026 - 21:22

DVI Terima Data Ante Mortem 135 Korban KM Virgo Transport 8

Berita Terbaru

Helikopter Chinook CH-47 milik Japan Self-Defense Forces (JSDF) disiapkan untuk memperkuat upaya Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang. (Foto: Istimewa)

Kalbar

JEPANG Perkuat Pemadaman Karhutla di Ketapang

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:37

Foto udara api membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

PENANGANAN Karhutla tak Hanya Berfokus Pemadaman

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:28

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca