SuarIndonesia – Anggota Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh meminta perhatian Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz beserta jajarannya terhadap sejumlah hal.
Pertama, isu radikalisme tidak dijadikan alat untuk membungkam demokrasi dan kebebasan berpendapat.
Kedua, penanganan represif aparat kepolisian dalam menangani aksi demonstrasi agar tidak terjadi kembali hingga menimbulkan korban jiwa.
Ketiga, netralitas Polri dalam Pilkada serentak yang akan dilaksanakan tahun 2020.
Hal itu Pangeran Khairul Saleh diutarakan saat Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz, pejabat utama Polri dan seluruh Kapolda se Indonesia, di Komplek MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11).
Menurut Pangeran Khairul Saleh, dirinya sudah mendengar pandangan Idham Aziz terkait radikalisme saat fit and proper test dan strategi penanganan, pendekatan terhadap para tokoh masyarakat, ulama, habaib serta stakeholder terkait.
“Dan yang membagakan bapak (kapolri,red) statement bahwa Islam tidak identik dengan radikalisme saat silaturahmi di rumah bapak dan bapak juga menyitir beberapa ayat Al Qur’an,” katanya saat menuturkan jalan dan hasil raker tersebut kepada SuarIndonesia.com.
Menurut Khairul Saleh, Idham Aziz sangat agamis, tegas, dan disiplin. Karakter seperti ini yang diperlukan Indonesia.
“Yang saya minta komitmen bapak. Jangan sampai menjadikan isu radikalisme untuk membungkam demokrasi,” katanya.
Yang kedua terkait penanganan represif oknum kepolisian saat menghadapi demo, Pangeran Khairul Saleh mengharapkan, jangan sampai ada korban jiwa. “Bisa diminimalisir saat kepemimpinan bapak,” pintanya.
“Ini nyawa manusia, jangan sampai ada korban jiwa. Saya tidak bicara UU kebebasan menyampaikan pendapat atau Hak Konstitusional,” tandasnya.
Pasalnya, data YLBHI menyebutkan selama rentang Januari hingga Oktober 2019 terdapat korban sebanyak 6.128 orang, 51 orang di antaranya meninggal dunia, 6 orang tewas tertembak peluru tajam, 33 orang meninggal di Wamena Papua, 4 orang meninggal di Jayapura Papua, 2 orang tewas di Kendari, 3 orang tewas di Jakarta, serta 9 orang tewas di Jakarta aksi 22 Mei.
Yang ketiga soal netralitas Polri dalam Pilkada serentak tahun 2020. Terdapat 270 Pilkada di Indonesia mulai pemilihan gubernur hingga walikota dan bupati.
“Saya berharap kapolda-kapolda di seluruh Indonesia jangan masuk ke ranah Pilkada untuk mendukung salah satu calon,” tegas Pangeran Khairul Saleh.(RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















