SuarIndonesia — Milisi Hizbullah di Lebanon selatan mengklaim telah menembakkan lebih dari 320 roket Katyusha ke 11 pangkalan dan barak militer Israel pada Minggu (25/8/2024).
Hujanan roket ini berlangsung kala Israel dan Hizbullah saling melancarkan serangan udara menyusul ketegangan keduanya yang terus memanas sejak agresi brutal Tel Aviv ke Jalur Gaza 7 Oktober lalu.
Melalui pernyataan yang dikutip CNNIndonesia dari Al Jazeera, Hizbullah mengklaim telah menargetkan pangkalan militer Israel untuk “memfasilitasi masuknya pesawat nirawak” menuju target yang mereka bidik jauh di dalam wilayah Israel.
“Dan pesawat nirawak itu telah meluncur sesuai rencana,” klaim pernyataan Hizbullah.
Salah satu pangkalan militer Israel yang telah menjadi target Hizbullah ini adalah pangkalan Meron dan empat lokasi IDF di Dataran Tinggi Golan.
Hizbullah bahkan mengklaim tahap pertama serangan balasan ke Israel sudah sukses terlaksana.
Aksi saling serang berawal usai militer Israel mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran ke segala penjuru Lebanon selatan, wilayah yang dikuasai Hizbullah.
Serangan itu dilancarkan militer Israel (IDF) sejak Minggu dini hari. Pasukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahkan telah memerintahkan warga Lebanon di dekat markas Hizbullah untuk menjauh.
Namun, Hizbullah tak tinggal diam, milisi sekutu Iran itu segera melancurkan serangan drone dan roket besar-besaran ke sejumlah titik di Israel.
Hizbullah menuturkan rangkaian serangan ini sebagai balasan atas pembunuhan salah satu komandan seniornya, Fuad Shukr di Beirut pada akhir Juli lalu.
Menurut media Israel sejauh ini ada seorang perempuan terluka imbas serangan udara Hizbullah ke daerahnya. Sementara itu, belum ada laporan korban maupun kerusakan dari pihak Hizbullah.
Imbas ketegangan ini, militer Israel mengimbau warganya terutama di utara Israel untuk menghindari kerumunan dan berlindung di shelter-shelter. Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv pun sempat ditutup dan seluruh penerbangan dari dan menuju bandara ditangguhkan.
Militer Israel mengatakan operasional bandara kembali beroperasi sekitar Minggu pagi waktu setempat.
Target Serang Markas Intel Mossad
Israel mengklaim Hizbullah ingin menyerang pangkalan militer dan markas intelijen Mossad dalam rentetan serangan udara yang diluncurkan milisi penguasa Lebanon selatan tersebut pada Minggu (25/8/2024).

Radio Angkatan Darat Israel melaporkan pihaknya meyakini Hizbullah berencana meluncurkan serangan rudal ke Pangkalan Glilot dekat Hrezliya pada Minggu pagi.
Pangkalan Glilot merupakan tempat beberapa unit intelijen militer Israel (IDF) dan markas besar Mossad berada.
Namun, dikutip CNNIndonesia dari Times of Israel, IDF berhasil menggagalkannya dengan melancarkan rentetan serangan udara awalan (pre-emptive strike) lebih dulu ke Lebanon selatan pada Minggu dini hari.
Aksi saling melancarkan serangan udara terus terjadi antara Israel dan Hizbullah sejak Minggu dini hari.
Jet tempur Israel menyerang Lebanon selatan pada Minggu dini hari dengan dalih bahwa itu adalah serangan pendahuluan terhadap Hizbullah yang bersiap menyerang negara Zionis tersebut.
Militer Israel mengklaim mendeteksi bahwa Hizbullah akan meluncurkan ratusan rudal ke wilayahnya pada pukul 05.00 pagi. Israel pun melancarkan serangan udara menggunakan 100 jet tempur Israel setengah jam sebelumnya.
Israel mengklaim serangannya ke Lebanon selatan berhasil menghancurkan ribuan peluncur roket Hizbullah.
Sementara itu, Hizbullah tak tinggal diam. Beberapa saat usai digempur lebih dulu oleh serangan Israel, Hizbullah langsung menembakkan ratusan roket Katyusha sebagai balasan.
Hizbullah mengklaim serangannya menghantam 11 instalasi militer Israel, termasuk pangkalan Meron dan empat lokasi di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Tel Aviv.
Hizbullah menegaskan serangan roket dan dronenya ke Israel utara ini merupakan balasan atas terbunuhnya komandan kelompok itu, Fuad Shukr, pada Juli lalu.
Rentetan roket hingga drone yang menghujani Israel utara pun memicu sirene darurat berbunyi di penjuru wilayah itu. Militer Israel sampai menetapkan status darurat selama 48 jam ke depan imbas aksi saling serang ini.
Kantor berita Lebanon NNA melaporkan satu orang terluka parah imbas serangan pesawat nirawak Israel di Qasimia, Lebanon selatan. Serangan udara Israel juga dilaporkan menewaskan satu orang di kota Khiam. [*/UT]
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















