INILAH Ujungnya, Terdakwa Ujaran Kebencian Meringkuk 8 Tahun di Penjara

INILAH Ujungnya, Terdakwa Ujaran Kebencian Meringkuk 8 Tahun di Penjara

Suarindonesia – Pemuda bernama Muhammad Sodikin, pembuat akun palsu di facebook dan instagram atas nama @rezahardiansyah7071, @reza_hardiansyah_7071 serta akun @humaspolresbanjar yang memposting ujaran kebencian dan hoaks mendekam delapan tahun penjara.

Pemuda 21 tahun itu divonis delapan tahun penjara oleh majelis hakim yang dipimpin Femina Mestikawati SH, di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Kamis (25/4).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum H Adi Rifani, yang mengancam 11 tahun penjara dan denda sebesar Rp5 miliar subsidair enam bulan penjara.

Walau demikian, majelis hakim sependapat JPU, kalau warga Jalan Biduri Loktabat Utara, Kota Banjarbaru ini dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 35 jo Pasal 51 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang telah diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Itu sesuai dengan fakta di persidangan ditambah keterangan para saksi, salah satunya dari Unit Siber Subdit II Ditrekrimsus Polda Kalsel, aksi terdakwa di media sosial pada 30 Oktober 2018 silam telah terbukti menebar ujaran kebencian bermuatan SARA, serta membuat akun palsu atas nama orang lain.

Namun JPU juga meminta kepada majelis hakim yang diketuai Femina Mustikawati agar barang bukti berupa laptop merek Toshiba, dua handphone Evercoss dan akun instagram reza_hardiansyah_7071 dan alamat email laylasalimm@gmail.com, dirampas dan dimusnahkan.

Atas putusan tersebut, JPU H Adi Rifani menyatakan masih berkoordinasi dengan pimpinan.

“Kita masih pikir-pikir, dan hingga 7 hari ke depan sudah ada keputusan banding atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Suryani hanya pasrah, setelah mendengarkan hakim ketua membacakan vonis terhadap putranya, Muhammad Sodikin.

“Saya juga sempat keberatan, terkejut kalau anak saya dijatuhkan hukuman delapan tahun penjara. Karena kami ini orang susah,” katanya.

Selain itu, adapun yang menjadi alasannya merasa keberatan terhadap putusan tersebut, lantaran Sodikin diduga mengidap gangguan kejiwaan.

Suryani sebetulnya juga telah berencana akan membawa putranya itu ke dokter jiwa, namun niatannya tersebut terlanjur gagal lantaran sang putra lebih dulu dijemput polisi.

Ia mengaku tetap akan berjuang agar putranya itu bisa mendapatkan keringanan atas hukuman delapan penjara yang menjeratnya.
Terlebih dengan usianya yang masih muda, besar harapan Suryani, Sodikin pun bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik dari dirinya.

Sodikin sendiri sebelumnya kelas 5 SD sempat putus. Kemudian sekolahkan lagi ikut paket B. Tujuannya agar dia bisa hidup enak, tidak menjadi orang susah seperti dirinya.

Diketahui, Muhammad Sodikin diseret ke pengadilan karena sempat menyebar konten-konten yang menghina agama, ulama, kepala negara hingga lembaga pemerintahan dan kinerja pihak kepolisian.

Terungkap dalam dakwaan jaksa, kasus yang mengantarkan M Sodikin ini berawal saat ia membuat akun FB dan Instagram bernama @rezahardiansyah7071, @reza_hardiansyah_7071 serta akun @humaspolresbanjar. Setelah itu terdakwa mengambil foto-foto di akun FB atas nama Iwan Prasetiawan.

Terdakwa juga menggunakan salah satu foto yang ada di akun FB milik Iwan Setiawan dan dijadikan foto di akun FB yang terdakwa beri nama Reza Hardiansyah.

Kemudian melalui sejumlah akun medsos itu, ia menyebar konten ujaran kebencian, menghina ulama, dan berita hoax bahkan sempat memposting saat dirinya menginjak Al Quran.

Gerah atas perbuatan itu, M Sodikin akhirnya ditangkap di Loktabat Utara pada Selasa (30/10) sekitar pukul 19.25 WITA. (ZI)

 587 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: