Inilah Kronologis Awal Terungkapnya Modus Polisi Gadungan yang Menipu di Tiga Provinsi

Inilah Kronologis Awal Terungkapnya Modus Polisi Gadungan yang Menipu di Tiga Provinsi

Suarindonesia – Inilah awal terungkapnya modus penipuan di tiga provinsi yakni Kalsel, kalteng dan Kaltara dilakukan Syamsudin alias Dwi (43) dengan mengaku sebagai anggota polisi.

Pelaku yang mengaku berpangkat Bripka dari Unit Buser Polda Kalsel, melakukan serangkaian penipuan

Namun, akhirnya diringkus anggota Resmob Dit Reskrimum Polda Kalsel di lapangan dipimpin Kanit Resmob, Iptu Pol Joni Arief di Kalimantan Utara (Kaltim), Rabu (29/5).

Dari keterangan, semua berawal pada akhir bulan Januari 2019 adsa korban atasnama Panut Widodo.

Ia adalah seorang pengepul karet yang berlokasi di Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Tala). Ia ditemui Juwaher, tak lain sopir korban yang mendapat informasi ada seseorang yang mengaku bernama DWI Han.

Itu mengatakan ada pembeli karet yang mau membeli dengan harga yang lebih dari perusahaan lain.

Kemudian korban tertarik untuk menjual karet miliknya dan melakukan pengiriman sebanyak 3 rit menggunakan mobil dump truk dengan Nopol DA 8050 L0 dengan muatan sebanyak 6634 Tonase.

Mobil DA 8242 LG dengan muatan sebanyak 6392 Tonase, dan DA

8707 LG dengan muatan sebanyak 6768 Tonase. Itu berasama pelaku membawanya.

Kemudian setelah sopir korban dan pelaku Syamsudin alias Dwi sampai di tempat penimbangan PT Kahayan Berseri di Pulang Pisau Kalimantan Tengah, sang sopir korban melakukan penimbangan.

Sedangkan pelaku juga sibuk menyiapkan berkas antara lain KTP pemilik karet, NPWP, dan Nomor Rekening serta mengambil rekapan hasil penimbangan.

Setelah dokumen berkas dan rekapan hasli penimbangan karet tersebut sudah siap lalu di serahkan ke PT Kahayan Berseri untuk dilakukan pembayaran.

Disebut, kalau kemudian setelah  dilakukan pembayaran oleh PT Kahayan Berseri atas karet tersebut, antara sopir dan pelaku berpisah kemudian dilakukan pengecekan oleh korban Panut Widodo, ternyata di rekening korban tidak ada uang yang masuk atas pembayaran karet tersebut dan dilakukan pengecekan ke PT Kahanyan Berseri.

Ternyata Nomer Rekening yang di ajukan adalah Nomor Rekening aatasnama Siswoyo  dan dilakukan pembayaran ke nekening tersebut.

Kemudian uang hasil pembayaran ini diambil  Siswoyo di Bank BNI Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Atas kejadian tersebut korban  mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp200 juta dan melaporkannya ke kantor SPKT Polda Kalsel. (ZI)

 445 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: