Suarindonesia – Satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki sungai sebagai salah satu unggulan destinasi wisatanya adalah Kota Banjarmasin. Bila kota lain di Indonesia destinasi wisata berupa pantai, laut dan gunung, maka di Kota Banjarmasin menawarkan sungai sebagai destinasi wisatanya.
Karena itu, Kota Banjarmasin telah menawarkan ke beberapa kementerian untuk dijadikan sebagai Bali ke sebelas di Indonesia, kata Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat dialog mengenai destinasi wisata siring di rumah Amno, Senin malam.
“Beberapa waktu lalu Presiden RI telah menetapkan 10 Bali baru. Maka, Kota Banjarmasin menawarkan diri ke beberapa menteri untuk menjadi Bali ke sebelas. Karena di Indonesia tidak ada kota yang memiliki sungai. Sungai terindah di Indonesia hanya ada di Kota Banjarmasin,” ucap Walikota Banjarmasin dialog yang dihelat Lapor dari Humpro Banjarmasin yang membahas penataan PKL dan Permasalahan Sampah di Siring Tendehan Bersama Mitra TNI Polri di Cafe Anno Menara Pandang Banjarmasin, Senin (17/06/2019) malam.

Di hadapan perwakilan Forum Pemuda, tokoh masyarakat, juga perwakilan PKL serta pengamat perkotaan juga para dosen, walikota mengatakan kegiatan yang membahas tentang pengelolaan pedagang kaki lima, kebersihan, fasilitas dan pengaturan parkir serta cara merubah stigma masyarakat agar memiliki pola pikir tentang ketertiban, dan budaya kebersihan itu merupakan hal penting dalam menunjang kepariwisataan.
Bahkan kegiatan di cafe Rumah Anno Banjarmasin itu, ini dihadiri sejumlah instansi terkait lingkup Pemko Banjarmasin diantaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kota Banjarmasin Drs H Iksan Alhaq, Kadis Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin diwakili Hendra, Kepala Dinas Satpol PP Kota Banjarmasin Drs H Hermansyah , Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Drs H Mukyar, dan Komisi II DPRD Kota Banjarmasin H Awang Subarkah.
Selain itu, dalam kegiatan yang dihelat Lapor Humpro Kota Banjarmasin ini dihadiri juga oleh pengamat tata ruang Kota Banjarmasin, Pengamat Kebijakan Publik, Komunitas Kaki Kota, Komunitas FKH, Komunitas Masyarakat Peduli Sungai, Komunitas hijau, komunitas Lapor, Pengurus MTP, perwakilan para pedagang, ketua RT setempat dan para Babinsa dan Babinkamtibmas. Bahkan dalam kegiatan tersebut, sejumlah masukan agar kawasan Siring Tendean bisa bersih dan tertib dari pedagang kaki lima dilontarkan para pengamat. Salah satunya peserta diskusi, Samsul meminta supaya Pemko melalui Walikota mengembalikan trotoar di Siring sebagai tempat pejalan kaki buka pedagang Kaki Lima.

Kemudian Hasan Zainuddin yang juga Sekretaris FKH Kota Banjarmasin memberikan masukan kepada Pemko Banjarmasin tentang penertiban PKL di Siring Tendean dengan gaya yang cukup menarik. Pria yang akrab disapa Paman Anum saat itu menyatakan, saat ini dirinya kebingungan dengan keberadaan PKL yang kian marak di kawasan Siring Tendean.
Bahkan, jelasnya, saking banyaknya para PKL yang berdagang di atas siring tersebut, ia mengaku menjadi tidak tahu lagi, saat ini untuk penertiban PKL di kawasan tersebut menjadi kewenangan instansi mana.
“Tulisannya ada, PKL Dilarang Berjualan, Tapi kenapa masih banyak yang berjualan. Saya mau menegur, tapi saya tidak memiliki wewenang. Saya tidak tahu, untuk urusan PKL ini siapa yang berwenang,” ucapnya, sambil disambut gelak tawa peserta diskusi lainnya.
Suasana diskusi malam itu, kian bertambah hangat dengan banyaknya masukan tentang pembenahan untuk kawasan destinasi wisata kota ini, yang intinya mendukung Pemko Banjarmasin menjadikan sungai di Kota Banjarmasin sebagai Sungai Terindah di Indonesia.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















