HEWAN Endemik Pulau Kalimantan Diamankan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalsel

Bagikan :
HEWAN Endemik Pulau Kalimantan Diamankan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalsel

SuarIndonesia – Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel berhasil mengungkap jual beli satwa dilindungi dengan menyita beberapa hewan endemik Pulau Kalimantan.

“Ada seekor bekantan dan 5 ekor kucing hutan , yang diduga jadi komoditi perdagangan gelap ,” terang Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, Kombes Pol Suhasto melalui Kasubdit IV Tipiter,  AKBP Ifan Hariyat pada wartawan, Kamis (12/5/2022)

Bekantan dan kucing hutan ini diamankan dari seseorang berinisial MRN yang diduga menyimpan satwa liar dilindungi ini tanpa izin di rumahnya di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel.

Saat diamankan, seekor bekantan dan lima ekor kucing hutan dikurung dalam dua kandang terpisah berukuran kurang lebih panjang 80 cm, lebar 40 cm dan tinggi 50 cm.

Jauh dari habitat alaminya, bekantan betina ini terlihat tak terlalu aktif dan duduk di pojokan kandang sambil sesekali memakan buah-buahan yang diberikan oleh petugas.

Sedangkan lima ekor kucing hutan yang diperkirakan baru berusia beberapa minggu ini terlihat saling berdesakan satu sama lain di salah satu sisi kandang.

“Setelah diamankan, yang bersangkutan inisial MNR kami amankan dan dilakukan penyidikan lebih lanjut,” tambah AKBP Ifan.

Dikatakan, apakah satwa dilindungi ini dipelihara atau akan diperjualbelikan masih dilakukan pendalaman oleh Polisi.

“Untuk sementara Pasal disangkakan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, jelas AKBP Ifan.

Penyidikan kata dia juga akan diperluas karena pengakuan awal MRN kepada petugas, satwa liar dilindungi itu didapatkannya dari orang lain di kawasan Hulu Sungai Kalsel.

Pengungkapan atas dugaan tindak pidana pelanggaran terhadap Undang-Undang ini diawali dari informasi yang diterima Polisi dari masyarakat.

Informasi itu lalu ditindaklanjuti melalui penyelidikan hingga akhirnya dilakukan tindakan oleh Polisi.

Selama penyidikan, sementara bekantan dan kucing hutan ini akan dititipkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) untuk dirawat sebelum dilepaskan ke habitat aslinya.

Sementara Staf Bagian Konservasi Keanekaragaman Hayati BKSDA Kalsel, Jarot Jaka Mulyono mengatakan, pihaknya akan lihat kondisinya dalam beberapa hari ini, dan kalau dilihat masih sehat dan sudah jinak.

Artinya sudah cukup lama diperlihara, dan memang hewan ini dilindungi, tak boleh dipelihara, apalagi sampai dijual belikan.

“Ini akan dilepasliarkan dan Bekantan ini kasus pertama yang kita terima dalam tahun ini,” ujar Jaka Mulyono. (ZI) 

 

 

 

 

 1,209 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.