GILIRAN Suami Bandar Arisan Online Bodong Dituntut Pidana 1,6 Tahun

SuarIndonesia – Nasib selimuti keluarga ini. Kalau sebelumnya istri mendapat vonis atas perkara bandar arisan online bodong (fiktif) di Banjarmasin, kini giliran sang suami diketahui oknum Bhayangkara di Banjarmasin .

Terdakwa Mahesa yang duduk “di kursi pesakitan” (pengadilan,red) karena terseret perkara yang menjerat istrinya dituntut pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan atau 1,6 tahun.

Tuntutan itu disampaikan JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin, Radityo Wisnu Aji pada sidang di Pengadilan Negeri Banjarmasin dipimpin Ketua Majelis Hakim, Heru Kuntjoro, Senin (8/8/2022).

Radityo mendasari tuntutan tersebut karena meyakini terdakwa Mahesa terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penadahan.

“Menuntut Majelis Hakim PN Banjarmasin untuk memutuskan terhadap terdakwa MS terbukti secara sah melakukan tindak pidana penadahan sesuai dakwaan kedua pasal 480 KUHP,” ujar Radityo.

Mahesa yang hadir secara virtual lalu menyerahkan sepenuhnya kepada Penasihat Hukumnya, Syahrani.

Selanjutnya, Penasihat Hukum terdakwa meminta waktu kepada Majelis Hakim selama satu minggu untuk menyusun pembelaan.
Dikabulkan, Majelis Hakim lalh menunda persidangan untuk dilanjutkan kembali dengan agenda pembacaan pembelaan pada Senin mendatang (15/8/2022).

Ditemui usai persidangan, Penuntut Umum Kejari Banjarmasin, Radityo Wisnu Aji mengatakan memang hanya menuntutkan dakwaan kedua pada terdakwa.

Pasalnya, kata dia, dalam persidangan terutama keterangan saksi-saksi pihaknya kesulitan untuk menambah alat bukti yang menyatakan bahwa Mahesa terlibat secara aktif dalam dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan sang isteri.
Sehingga dakwaan pertama yakni Pasal 378 Jo. Pasal 56 KUHP tidak dituntutkan.

“Tapi faktanya terdakwa ini sudah menikmati beberapa barang atau item yang sudah kita uraikan dalam persidangan.

Jadi lebih terbuktinya di situ, penadahan ini maksudnya turut menikmati hasil yang sudah sepatutnya diduga dari hasil kejahatan,” tambah Radityo.

Sedangkan Penasihat Hukum terdakwa, Syahrani mengatakan, bakal mengkaji lebih detil dulu tuntutan Penuntut Umum sebelum menyusun nota pembelaan.

“Kami telaah dulu, nanti disampaikan di sidang selanjutnya,” ujar Syahrani

Diketahui, kalau sebelumnya sang istri RA, divonis pidana penjara 1 tahun 9 bulan oleh majelis hakim diketuai Heru Kuncoro saat sidang pembacaan putusan.

“Atas putusan yang dijatuhkan oleh majelis, kami pikir-pikir dulu,” ujar Syahrani selaku kuasa hukum terdakwa pada waktu itu.

Senada disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Radityo Wisnu Aji yang menyatakan pikir-pikir terhadap vonis yang lebih ringan dibanding tuntutan jaksa. (ZI)

 5,019 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!