GANGGU Aktivitas Warga, Pohon Pisang di Tengah Jalan

GANGGU Aktivitas Warga, Pohon Pisang di Tengah Jalan

 

SuarIndonesia – Terdapat sedikit keanehan pasca amblasnya badan jalan di Jalan Tembus Perumnas (Cemara Ujung), Kecamatan Banjarmasin Utara pada Senin (15/03/2021) kemarin.

Pasalnya, di ruas jalan alternatif yang digunakan masyarakat selama proyek Jembatan Alalak yang menghubungkan perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) itu terdapat gundukan pasir yang di tengahnya ditanami pohon pisang.

Kristina, salah seorang warga yang saat itu melintas di kawasan tersebut mengaku terganggu dengan keberadaan gundukan pasir yang ada di tengah jalan tersebut.

Menurut pedagang di Pasar Cemara itu, kondisi tersebut sangat mengganggu arus lalu-lintas di jalan yang katanya hanya digunakan satu arah saja.

“Iya terganggu ini. Jalan di sini sudah rusak, apalagi ditambah ada pohon ini, jadi tambah macet,” keluhnya, Selasa (16/03) siang.

Apa yang dikeluhkan Krinstina itu bukan tanpa alasan. Hal itu dikarenakan kondisi badan jalan sepanjang kawasan Cemara Ujung ini sudah lama berlubang dan terkadang membuat amblas mobil angkutan bertonase besar pengangkut bahan material banguan yang biasanya lewat.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota melalui dinas terkait agar segera memperbaiki kerusakan jalan yang setiap hari dilaluinya untuk menuju tempatnya berdagang.

“Segera dibangun lah jalannya biar bisa lewat lancar,” tukasnya.

Sebelumnya, kawasan tersebut diketahui rusak dikarenakan seringnya kendaraan besar yang bermuatan yang melewati.

Bahkan sudah ada beberapa truk yang amblas di lubang yang sama di kawasan tersebut hingga membuat kemacetan panjang.

Fajariyani, salah seorang warga mengungkapkan, tumpukan pasir yang membuat hampir separuh badan jalan tertutup itu berasal dari truk yang amblas kemarin.

Sehingga untuk memberitahu kendaraan lain agar tidak amblas di lubang yang sama, warga menutupinya dengan pasir sisa bawaan truk tersebut, dan meletakkan pohon pisang.

“Kemarin itu truknya amblas, isinya pasir. Jadi isi truknya diturunkan. Kalau pohonnya memang warga yang diletakkan di sana untuk menandai supaya tidak amblas lagi,” ucapnya.

Kendati demikian, wanita berusia 57 tahun itu tidak mengetahui pasti siapa yang meletakkan pohon pisang di tumpukkan pasir yang ada di tengah jalan itu.

“Kayanya warga di sekitar sini yang menanamnya,” ujarnya singkat.

Ia mengungkapkan, truk yang amblas sempat membuat kemacetan yang panjang. Bahkan muatan truk yang berisi pasir sempat berhamburan ke halaman kios miliknya.

“Sampai ke halaman toko, lumayan terganggu. Jadi ditumpuk di situ menandakan aja supaya gak dilewati,” tuturnya.

Ia membeberkan, kerusakan jalan tersebut sudah mulai akhir tahun lalu. Tepatnya ketika banjir melanda banjarmasin beberapa bulan yang lalu. Biasanya didominasi truk bermuatan pasir dan batu.

“Kebanyakan memang truk pasir yang amblas. Karena berat kan bawaannya. Rusaknya lumayan lawas, mulai akhir tahun lah. Meski disini tidak kena banjir,” imbuhnya.

Ia pun berharap, agar pemerintah segera memperbaiki jalan di kawasan tersebut.

“Harapannya supaya diperbaiki seperti semula lah. Soalnya terganggu,” pungkasnya

Terkait kondisi yang sudah lama dikeluhkan warga tersebut, belum lama tadi, Kepala Bidang (Kabid) Jalan, Dinas PUPR, Chandra mengungkapkan perbaikan Jalan Cemara Ujung akan dilakukan pada tahun ini (2021) dan sudah dianggarkan, termasuk didalamnya untuk melakukan pengaspalan jalan.

“Saat ini masih proses lelang. Penanganan sementara oleh Kepala UPT,” beber Chandra pada Senin (15/03/2021) karin.

Tidak hanya itu, sebelumnya pun pihaknya sudah berupaya untuk melakukan penanganan agar arus lalu lintas di lokasi tersebut dapat berjalan dengan normal dengan melakukan penambalan menggunakan LPB (agregat batu). (SU)

 239 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: