FINALISASI Penambahan Penyertaan Modal Bank Kalsel Sekitar Rp 261 Miliar

FINALISASI Penambahan Penyertaan Modal Bank Kalsel Sekitar Rp 261 Miliar

SuarIndonesia – Penambahan penyertaan modal Bank Kalsel sekitar Rp 261 miliar, akhirnya finalisasi dalam rapat Komisi II DPRD Kalsel didampingi Ketua Dewan Kalsel, OJK Regional 9 Kalimantan dan Petinggi Bank Kalsel.

“Betul ini finalisasi, untuk penambahan penyertaan modal inti Bank Kalsel,” Ucap Ketua Pansus Raperda DPRD Kalsel Imam Suprastowo, Rabu (22/6/2022)

Adapun dalam rapat tersebut menambah satu pasal yakni pasal 27 yang mengakomodir modal-modal yang dimiliki Pemprov maupun Pemkab dan Pemkot.

Menurutnya, hasil finalisasi akan di bawa ke mendagri untuk meminta persetujuan dan kemudian akan diparipurnakan.

Disepakatinya angka Rp 261 miliar itu setelah melalui tahapan proses menuju ke Peraturan Daerah (Perda) untuk penyetoran penambahan modal Bank Kalsel tersebut.

“Kita fasilitasi ke Mendagri, sebelum 27 juli 2022 akan diparipurnakan jika melewati batas tersebut tidak akan masuk ke KUPA PPAS 2022,” ujarnya

Sebelumnya telah diagendakan pengesahan raperda tersebut pada Senin (23/5/2022) lalu dalam rapat paripurna DPRD Kalsel, namun kemudian disepakati untuk dilakukan penundaan.

“Tertundanya bukan karena masalah lain namun ada kegiatan lain lebih urgen yang menurut dewan harus di selesaikan,”

Dirinya berharap, dana tersebut nantinya diputar di Kalsel, untuk memperbaiki perekonomian banua, jangan diputar di luar Kalsel.

Sementara itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim mengatakan dengan perda tersebut merupakan pintu masuk Bank Kalsel akan mendaptkan penambahan penyertaan modal.

“Kita akan kawal prosesnya ini, semoga modal Bank Kalsel mencapai 3 triliun di 2024 mendatang,” ujarnya lagi.

Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya menyampaikan setelah finalisasi ini pihaknya langsung menindaklanjuti dalam bentuk fasilitasi ke Kemendagri.

Setelah dari Kemendagri lanjut Hana akan diparipurnakan dan dibahas dalam Badan Anggaran (Banggar).

“Kami optimis target Modal Inti Minimum (MIM) Bank Kalsel senilai Rp3 teriliun di tahun 2024 tercapai,” ucapnya.

Artinya jika target itu tercapai Bank Kalsel ujar Hana menjadi pengelola kas daerah karena statusnya tetap sebagai Bank Umum. (HM)

 50 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!