DUNIA PENDIDIKAN di Kalsel Perlu Ditanggulangi Pembentukan Karakter untuk Mengejar Ketinggalan

SuarIndonesia – Ketua Komisi IV DPRD Kalsel HM Lutfi Saifuddin, membidangi pendidikan menjelaskan, dampak pandemi sejak dua tahun terkahir perlu ditanggulangi dalam pembentukan karakter untuk mengejar ketinggalan dalam dunia pendidikan.

Pasalnya banyak anak anak yang hanya sekolah daring, untuk mengejar ketinggalan pendidikan tersebut, menurut Lutfi, pihaknya akan fokus penanganan dampak pandemi khususnya dunia pendidikan

“Program-program yang akan dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terkait dengan penanggulangan dampak pandemi, terhadap dunia pendidikan,ucapnya pada awak media, Rabu (20/7/2022).

Lutfi mengakui adanya penurunan pembelajaran peserta didik pada masa sebelum pandemi dengan sekarang.

Bahkan dari segi pendidikan karakter yang biasanya dilakukan di sekolah, dua tahun terakhir harus dilakukan oleh orangtua di rumah yang hasilnya tidak merata.

Terlebih saat penyampaian materi yang tidak maksimal karena keterbatasan kesempatan tatap muka antara guru dan peserta didiknya.

“Ada anak-anak kita yang saat ini kelas 2-3 SD tapi baru tahun ini merasakan sekolah setelah lulus TK, karena sebelumnya belajar di rumah,”

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Muhammadun mengatakan bersyukur tahun ini sudah dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh.

Pihaknya telah melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah yang saat ini masih menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk peserta didik baru pasca dimulainya Tahun Ajaran 2022-2023.

Adapun untuk mengejar ketertinggalan pada pendidikan di masa pandemi Covid-19, akan menerapkan kurikulum Merdeka Belajar.

“Kurikulum Merdeka Belajar akan kita terapkan di Kalsel, ini fokus pada pembelajaran intrakurikuler yang beragam dan lebih intensif,”

Muhammadun juga mengatakan, dalam kurikulum ini peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep serta memperkuat kompetensinya terhadap bidang tertentu.

“Kurikulum itu memberikan kebebasan pada kepala sekolah dan guru untuk mengatur jam pelajaran.

Sebagai contoh selama seminggu penuh belajar fokus pada satu mata pelajaran, tidak masalah. Selama jam pelajarannya terpenuhi,” katanya.

Selain itu, ujar Muhammadun, pihaknya juga akan mencetak SDM yang berdaya saing dalam dunia global yang tentunya harus dipersiapkan sejak dini.

“Program digitalisasi pendidikan, seluruhnya menggunakan teknologi digital ini memerlukan SDM yang menguasai teknologi,” bebernya (HM)

 296 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!