DUA PERKARA Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tak Dilanjut Penuntutannya

Bagikan :
DUA PERKARA Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tak Dilanjut Penuntutannya

SuarIndonesia – Dua perkara Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tak dilanjut penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif.

Menyusul, Rabu (11/5/2022), Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui dua permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

Ekspose dilakukan secara virtual yang dihadiri, Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda Agnes Triani, SH, MH.

Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan yang mengajukan permohonan restorative justice serta Kasubdit dan Kasi Wilayah di Direktorat T.P. Oharda.

Adapun berkas perkara yang dihentikan penuntutannya atas nama tersangka Zulkifli dan tersangka Derry Okvianto, yang disangka melanggar Pasal 310 Ayat (1), Ayat (3) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Alasan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan, para tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana/belum pernah dihukum.

Ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari lima tahun serta telah dilaksanakan proses perdamaian.

Tersangka dan korban setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ke persidangan karena tidak akan membawa manfaat yang lebih besar.

Pertimbangan sosiologis, masyarakat merespon positif. Selanjutnya, JAM-Pidum memerintahkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penunutan (*/ZI)

 42 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.