DIUJICOBA pada Lahan 20 Hektare Budidaya Padi Apung di Kalsel

DIUJICOBA pada Lahan 20 Hektare Budidaya Padi Apung di Kalsel

SuarIndonesia – Tahap awal ujicoba budidaya padi apung ini dilaksanakan di Kabupaten Hulusungai Utara tepatnya di Desa Hamayung dan Paharangan, Kecamatan Daha Utara, pada lahan seluas 20 hektare.

Jika ini berhasil maka akan ditanam lagi pada lahan seluas 50 hektare.

“Kita kerjakan secara bertahap,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman.

Ia optimis budidaya padi apung mampu tumbuh dan berkembang dengan baik. Dari 95 batang anakan padi yang sudah ditanam berkembang dan diproyeksikan akan menghasilkan produksi 8 ton padi.

Model penanaman yang ada sekarang menggunakan media tanam rakit styroform.

“Ada dua jenis stryroform yang kita gunakan yakni ukuran 5 centimeter dan 10 centimeter.

Kalau percobaan ini jadi dan bagus, kita akan menggunakan dengan plastik supaya tahan lama.

Dan itu akan kita berikan kepada petani. Kita berharap petani bisa menerapkan, kalau tidak ada keberhasilan mereka tidak percaya begitu saja. Harus ada contoh yang baik,” akunya.

Budidaya apung akan dipadukan dengan wisata kerbau rawa. Hal ini sebagai motivasi bagi daerahnya lainnya dalam mengembangan pertanian yang semakin baik.

Terdapat dua keuntungan dalam pengembangan padi apung. Tak perlu khawatir ketersediaan air dan mudah saat panen.

“Tidak perlu menggunakan traktor,petani tidak perlu capek, hanya menyiapkan media paring atau bambu serta menyisihkan lahannya untuk panen.

Uniknya ketika panen nanti kita tinggal mengikat dan menarik saja, efisien dan padi apung ini tidak akan terserang hama tungro,” pungkasnya.(RW)

 65 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!